Tiga Pekan Belum Kendalikan Marawi, Filipina Datangkan Pasukan Khusus AS

KIBLAT.NET, Manila – Amerika Serikat telah mengirim pasukan khusus untuk membantu militer Filipina dalam pertarungan di kota Marawi.

“Atas permintaan pemerintah Filipina, pasukan operasi khusus AS membantu angkatan bersenjata Filipina dengan operasi yang sedang berlangsung di Marawi melalui dukungan yang membantu komandan militer di lapangan,” katanya Kedutaan Besar AS di Manila, Ahad (11/06).

“Untuk alasan keamanan, kami tidak dapat membahas rincian teknis spesifik dari dukungan AS untuk operasi militer yang sedang berlangsung,” tambahnya, meski militer Filipina mengungkap bahwa pasukan AS tidak terlibat pertempuran langsung.

Tiga belas marinir Filipina terbunuh dalam baku tembak dengan gerilyawan Maute saat pasukan Filipina ingin mengambil alih kota Marawi yang dikuasai kelompok itu selama hampir tiga minggu.

“Empat puluh tentara juga terluka dalam baku tembak selama 14 jam pada hari Jum’at, yang terletak 800 kilometer selatan Manila,” kata juru bicara kelautan Kolonel Edgard Arevalo.

Arevalo mengatakan bahwa pertempuran dilanjutkan pada hari Sabtu, saat militer Filipina mengaku mendorong kemajuan mereka ke tiga distrik, di mana lebih dari 200 gerilyawan masih bersembunyi sejak pertempuran dimulai pada 23 Mei.

“Ada baku tembak hebat antara keluarga marinir dan kelompok setempat,” kata Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera dalam sebuah konferensi pers di Marawi City, yang menyebutnya sebagai kelompok teroris. “Kami telah membunuh 13 orang yang beraksi,” imbuhnya.

Herrera menjelaskan, marinir yang tewas dikabarkan sedang melakukan operasi untuk menyelamatkan sekitar 100 sandera yang berada di tangan gerilyawan. Mereka terkena alat peledak improvisasi dan granat berpeluncur saat sedang maju.

“Orang-orang bersenjata tersebut menggunakan sekitar 100 sandera sebagai tameng manusia, bersembunyi di masjid dan memanfaatkan jaringan terowongan bawah tanah di kota tersebut, sehingga menyulitkan pasukan untuk melakukan manuver,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa para gerilyawan memiliki posisi defensif yang kuat. “Kita harus kembali ke peta taktis agar kita melakukan beberapa penyesuaian dalam serangan kita,” imbuhnya.

Pertempuran di kota Marawi bermula ketika militer Filipina berusaha menangkap petinggi kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. Hapilon berhasil lolos dan masih bersembunyi di kota di bawah perlindungan gerilyawan bersenjata Maute.

Saat penangkapan tersebut gagal, puluhan pria bersenjata keluar ke jalan Marawi. Bangunan-bangunan dibakar, napi tahanan dibebaskan dan sandera diambil saat gerilyawan melawan pasukan di kota.

Ominta Maute, yang menggunakan alias Farhana, ditangkap pada hari Jum’at bersama sembilan orang lainnya, termasuk dua orang luka-luka, di kota Masiu di provinsi Lanao del Sur, 23 kilometer selatan Kota Marawi.

Pada hari Selasa, polisi menahan ayah Abdullah dan Omar Maute, yang telah dipindahkan ke sebuah fasilitas penahanan Manila di tengah kekhawatiran bahwa gerilyawan mungkin akan berusaha menyelamatkannya.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Sky News

The post Tiga Pekan Belum Kendalikan Marawi, Filipina Datangkan Pasukan Khusus AS appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/11/tiga-pekan-belum-kendalikan-marawi-filipina-datangkan-pasukan-khusus-as/
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: