SPRI: Tangkap Otak KKN Mega Proyek e KTP, Pemerintah Jangan Plin-plan

KONFRONTASI -  Hingga kini masyarakat belum merasa puas terhadap kasus mega kurupsi e KTP yang hingga kini belum menjerat aktor utamanya. Oleh sebab itu, Massa Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) tergerak untuk melakukan unjuk rasa di depan gedung KPK, Kamis (8/6/2017).
 
Intinya mereka ingin mega korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP), dengan kerugian Rp2,3 trilliun segera menangkap para pembesar.
 
Tak heran, jika massa pendemo yang berjumlah ratusan orang itu menyampaikan empat tuntutan. Diantaranya:
1. Mendesak pengusutan kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) hingga tuntas hingga ke akar-akarnya.
2. Meminta KPK mendalami peran Setya Novanto, Gamawan Fauzi, Azi Aulia dan Dedy Apriadi.
3. KPK dituntut membawa atau menyeret seluruh yang terlibat dalam korupsi e-KTP ke Pengadilan Tipikor.
4. Mendesak KPK untuk bekerja cepat, tegas dan keras atau bubarkan KPK
 
Ketua Umum SPRI Marlo Sitompul di sela memimpin demo menyatakan, di era reformasi, korupsi , kolusi dan nepotisme justru semakin subur di negeri yang penduduknya masih dibawah garis kemiskinan.
 
Tiga pendekar hukum yang diharapkan memberantas korupsi malah menjadi pelaku korupsi, yang sangat memalukan yaitu pejabat kementrian, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan partai politik.
 
“Tiga lembaga yang seharusnya berdiri dibarisan depan pemberantasan korupsi,“ katanya.
 
Sejauh ini, menyikapi prilaku bejat oknum pejabat negara, pendemo minta KPK segera menangkap koruptor e-KTP. Tujuannya, agar mereka tidak bisa melarikan diri ke luar negeri atau menghilangkan barang bukti. (Juft/Terbit)

Category: 


from Tokoh http://www.konfrontasi.com/content/tokoh/spri-tangkap-otak-kkn-mega-proyek-e-ktp-pemerintah-jangan-plin-plan
via IFTTT

0 Response to "SPRI: Tangkap Otak KKN Mega Proyek e KTP, Pemerintah Jangan Plin-plan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close