Seorang Tersangka Korupsi Helikopter AW 101 Ditetapkan, Sebut Puspom TNI

KONFRONTASI - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI kembali menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembelian helikopter Augusta Westland 101 (AW-101) di TNI Angkatan Udara (AU).

Menurut Komandan Puspom TNI Mayjen Dodik Wijanarko bahwa penetapan ini merupakan kelanjutan penyidikan sebelumnya. Dimana, pada 26 Mei lalu, pihaknya bersama dengan jajarannya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut.

"Maka hari ini kami ingin menyampaikan satu orang tersangka dari TNI AU atas nama Kolonel Kal FTS, yang perannya sebagai ULP atau Kepala Unit Pelayanan Pengadaan yang secara administrasi bertanggung jawab terhadap proses pengadaan barang dan jasa, dalam hal ini pesawat helikopter AW 101," ujar Dodik saat jumpa pers di kantor KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (16/6).

Dirinya menegaskan bahwa penetapan ini sifatnya masih sementara. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru nanti.

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa ini adalah tersangka sementara. Karena penyidik POM TNI bekerja sama dengan KPK, PPATK yang ikut membantu juga, itu masih terus melakukan kegiatan penyidikan dan penyelidikan. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka baru di lingkungan TNI," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama KPK mengumumkan satu tersangka dari pihak swasta yaitu Direktur PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh. Irfan diduga melakukan mark up terhadap harga AW 101 sehingga mengakibatkan kerugian negara sejumlah Rp 224 miliar.

Dalam kasus ini, penyidik POM TNI sebelumnya menetapkan tiga tersangka, yakni Marsma TNI FA, yang bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa; Letkol WW, sebagai pejabat pemegang kas; serta Pelda S, yang diduga menyalurkan dana-dana terkait dengan pengadaan kepada pihak-pihak tertentu. (Juft/aKtual)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/seorang-tersangka-korupsi-helikopter-aw-101-ditetapkan-sebut-puspom-tni
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close