Sekolah 5 Hari - Harinya Dikurangi Jam Tambah?, Sama Saja Bohong!

KONFRONTASI - PENYAKIT lama di Kemendikbud adalah: Ganti menteri ganti kebijakan. Sepertinya menteri baru takut, jika tak bikin kebijakan baru, dianggap tidak bekerja. Maka setelah Menteri Anies Baswedan lewat, Muhadjir Effendy selaku penggantinya bikin kebijakan baru: full day school dan sekolah lima hari. Pro dan kontra pun merebak.

Saat Mendikbud dipegang Anies Baswedan, ada kurikulum oplosan, yakni kurikulum 2006 dipadukan dengan kurikulum 2013. Namanya juga barang oplosan, guru dan murid yang jadi obyek kelinci percobaan, teler dibuatnya. Tapi belum juga kurikulum oplosan menunjukkan hasil, Mendikbud yang santun itu direshuffle. Kabarnya karena soal penyusunan anggaran yang berlebih.

Mendikbud penggantinya, Muhadjir Effendy, ternyata tak jauh beda dengan menteri-menteri Pendidikan Nasional sebelumnya. Bila Anies bikin kurikulum oplosan, kini dia bikin program “full day school” berlanjut ke sekolah 5 hari saja, yakni Senin hingga Jumat. Hari Sabtu dan Minggu libur seperti PNS.

Tak urung MUI dan PBNU mencak-mencak oleh “gebrakan” menteri dari Muhammadiyah ini. Sekolah 8 jam sehari, dari pukul 07:00 hingga pukul 16:00, akan mengancam sekolah madrasah diniyah. Buat wilayah RI yang kultur dan medannya berbeda-beda, sangat tidak cocok bila program itu diterapkan secara hantam kromo.

Sepertinya Mendikbud ngotot alkhotot melaksanakannya, sehingga PBNU mendesak Presiden membatalkan program itu. Wapres JK juga kurang berkenan, karena program itu akan mengorbankan 50 juta siswa se Indonesia. Ini tak cukup diselesaikan menteri, harus ditangani Presiden juga.

Kata Muhadjir Effendy, full day school dan sekolah 5 hari itu sesuai dengan UU ASN (Aparatur Sipil Negara) yang mengharuskan guru mengajar 8 jam sehari. Tapi jika itu alasannya, masak murid yang bukan PNS ikut dikorbankan pula? Untuk mengejar waktu 8 jam kerja, kan setelah murid SD dan SMP pulang pukul 13:00, guru bisa menyelesaikan rencana pelajaran untuk esok hari.

“Sekolah…harinya dikurangi tapi jamnya bertambah, sama saja…boong!,” kata orangtua murid murid.(Juft/PKT)

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/sekolah-5-hari-harinya-dikurangi-jam-tambah-sama-saja-bohong
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: