Rokok Yang Bikin Keki dan So Pasti Perbuatan 'Bunuh Diri'

Oleh : Luthfia

Kalau menurutku, perokok itu adalah “penabung penyakit”. Liat aja kalo ada bapak-bapak yang berobat ke dokter (yang jelas bukan dokter hewan ya), udah gitu pasti ntar dibilangin “pak, jangan merokok dulu ya…”atau kalo ga gitu diawal pas anamnesis si dokter pake nanya dulu “Bapak merokok ya??” Nahh..gimana tu coba??artinya merokoknya memberi andil kan buat proses jadi sakitnya itu. Aku udah sering denger perokok berat itu selalu bilang siapa bilang merokok bikin sakit?? Buktinya saya ga kenapa-kenapa dari dulu, apalagi sampe impotensi. Oke-oke…kalo impotennya mungkin jarang ya,tapi coba liat pasti tu perokok berat pada sering batuk-batuk , dadanya sesak trus ntar tau-tau jantungnya kerasa sakit, baru dah inget mati.

Peringatan bahaya rokok yang disampaikan di bungkus rokok hanya menjadi tulisan tak bermakna dan mungkin tidak pernah terbaca oleh para konsumen rokok (ya iyalah ga kebaca! orang tulisannya sekecil itu). Belum lagi iklan rokok yang banyak ditayangkan di televisi semakin hari semakin menarik dalam mengemas promosi rokok bahkan menurutku, iklan rokok itu semua visualisasinya menarik dan pesan yang disampaikan pun tak kalah menarik, tapi tetep judulnya aja iklan rokok yaa pasti misi yang disampaikan ga jauh-jauh dari ajakan merokok meskipun ga pernah ada gambar orang merokok di semua iklannya karena memang begitu aturannya. Kemudian juga kenyataan yang aneh binti ajaib perusahaan rokok sudah banyak sekali memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak Indonesia dan juga para atlet Indonesia. Bahkan tidak jarang menjadi sponsorship utama dalam setiap kejuaraan olahraga. Tidak anehkah??

Suatu hal yang ironis memang, ditengah-tengah usaha pemerintah dan berbagai pihak untuk mengkampanyekan bahaya rokok namun tetap saja pabrik rokok dan si perokoknya seakan tidak bergeming. Yeahh..pihak perusahaan rokok ga akan ada yang peduli dengan kelangsungan hidup konsumennya kecuali keuntungan yang mereka tau akan sangat mudah didapat di negeri ini. Tahun 2011 Kudus (baru kudus aja ni ya, blum tempat yang lain) sumbangan cukai rokok dari Kudus sebesar Rp 18,78 triliun (dari target Rp 17,4 triliun), dan Tahun 2012 ditargetkan Rp 19,1 triliun. Sumbangan cukai rokok dari Kota Keretek itu bisa jadi lebih besar dari kontribusi PT Freeport, Penerimaan negara dari cukai rokok Kudus ikut menyumbang penerimaan cukai nasional yang tahun 2011 diplot Rp 62,759 triliun, dan tahun 2012 ditargetkan Rp 72 triliun mengingat tahun ini ada kenaikan cukai rata-rata 16,3 persen lewat produksi hasil tembakau yang diperkirakan 268,4 miliar batang. Besarnya sumbangan itu jelas terasa ironis dengan gencarnya kampanye antirokok.

Kenapa bisa begitu??yaa…gampang saja perusahaan rokok bisa tumbuh dan berkembang sebesar dan sekaya itu tidak lain dan tidak bukan karena konsumen setianya. Bisa dibayangkan berapa banyaknya warga Indonesia kita tercinta ini yang mengkonsumsi rokok sampai perusahaan rokok jaya dimana-mana?? Begitu mudahnya kita membeli rokok, dari supermarket sampai penjual asongan menyediakan rokok, bahkan yang lebih enak lagi bisa dibeli eceran per batang plus bisa ngutang. Jadi kalo ga punya duit beli aja yang ngecer batangan itu (udah tau ga ada duit, masih maksa beli rokok). Di luar negeri sono mana bisa beli rokok model begitu??? Satu hal lagi, yang beli pun di Indonesia ini ga ada aturannya alhasil siapapun boleh beli rokok. Anak kecil pun dikasih kalo mau beli rokok asal ada duitnya. Artinya siapapun bebas membeli dan mengonsumsi rokok. Wajar kalo Philip Morrison si Bos rokok terkenal itu bilang Indonesia adalah surganya para perokok dan pastinya industri rokok . MERDEKA!!

Pemerintah terlihat tidak serius dalam menanangani masalah yang satu ini (satu-satunya masalah di Indonesia yang sangat serius digarap pemerintah sepertinya hanya masalah terosrisme,IMHO) kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan rokok ini hanya di awal-awal saja terasa gaungnya setelah itu??ya terserah Anda. Masih pada inget kan dulu ada kebijakan dilarang merokok di kawasan umum dan solusi yang diberikan pemerintah adalah menyediakan smoking room bagi perokok, tapi apa jadinya?? Yeahhh… smoking room itu cuma ada di tempat-tempat tertentu dan banyak alasan lainnya dan akhirnya kebijakan tersebut sekarang tidak lagi menjadi suatu larangan tapi mungkin hanya menjadi sebuah himbauan tanpa sanksi apapun. Kita cuma bisa menikmati free smoke from smoker kalau lagi di kawasan Rumah Sakit (itu juga masih ada aja yang pura-pura ga tau) dan di dalam pesawat . Kemudian UU pengendalian tembakau yang aku sendiri ga tau itu masih berlaku atau ga karena berbagai polemik yang mengikutinya. Apapun kebijakan pemerintah mengenai masalah rokok ini sudah seharusnya kita dukung sepenuhnya asalkan pemerintah juga memberikan solusi terbaik agar semua pihak tidak merasa dirugikan terutama pekerja pabrik rokok dan petani tembakau itu sendiri. Kita mau kita bisa. ***

Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/rokok-yang-bikin-keki-dan-so-pasti-perbuatan-bunuh-diri
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: