Qatar: Bahrain Lalukan Upaya Naif Untuk Memutar-Balikkan Fakta

KIBLAT.NET – Qatar menolak tuduhan bahwa negara itu telah merusak keamanan di negara tetangga Teluk Arab, Bahrain.

Pada hari Jumat, kantor berita resmi Bahrain BNA menyiarkan rekaman panggilan telepon tahun 2011 yang diduga terjadi antara Hamad bin Khalifa Al Attiyah, seorang penasihat emir Qatar, dan Hassan Ali Joma, pemimpin kelompok oposisi Bahrain Shia al-Wefaq.

Kantor berita tersebut menuduh Qatar mencampuri urusan dalam negeri Bahrain dengan tujuan “menggulingkan” pemerintah.

Sebagai tanggapan, kementerian luar negeri Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa telepon tersebut merupakan bagian dari usaha Qatar untuk menengahi antara otoritas Bahrain dan pihak oposisi setelah kerusuhan 2011 di sana.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa kontak telah dibuat “dengan persetujuan dan pengetahuan dari pihak berwenang di Bahrain”.

“Mediasi Qatar telah berhenti setelah keputusan intervensi militer untuk membubarkan demonstrasi dan aksi duduk,” kata pernyataan tersebut, merujuk pada keputusan untuk mengirim pasukan pimpinan Saudi untuk memadamkan demonstrasi tersebut.

Kementerian tersebut menggambarkan siaran telepon sebagai “upaya naif untuk memutarbalikkan fakta dan membawa mereka keluar dari konteks”.

Pada tanggal 5 Juni, lima negara Arab – Arab Saudi, Mesir, UEA, Bahrain dan Yaman – tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh Qatar “mendukung terorisme”.

Qatar telah membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut sebenarnya untuk mengisolasinya secara diplomatis dan itu tidak dapat dibenarkan.

Redaktur: Salem
Sumber: Al-Jazeera

The post Qatar: Bahrain Lalukan Upaya Naif Untuk Memutar-Balikkan Fakta appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/18/qatar-bahrain-lalukan-upaya-naif-untuk-memutar-balikkan-fakta/
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close