Pengamat Kepolisian (IPW) Sarankan Polisi Minta Ampun ke Habib, Kasusnya Super Aneh & Kriminalisasi


Republik.in ~ Polisi berulang kali menyatakan akan berupaya untuk membawa pulang tersangka kasus dugaan konten pornografi, Habib Rizieq Shihab, ke Indonesia. Namun, belum ada langkah nyata polisi hingga hari ini untuk membawa pentolan Front Pembela Islam yang kini sedang berada di Arab Saudi.

Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, polisi akan kesulitan untuk membawa pulang Rizieq ke tanah air. Karena itu, dia menyarankan agar polisi meminta maaf dan melakukan rekonsiliasi dengan Habib Rizieq untuk meredakan ketegangan.

“Jika ditanya apa yang harus dilakukan polisi dalam kasus ini. Jawabnya adalah Polda Metro Jaya harusnya introspeksi dan minta maaf pada Rizieq dan kemudian rekonsiliasi,” kata Neta dalam pesan singkatnya kepada CNNIndonesia.com, kemarin (15/6).

Neta menjelaskan alasan sulitnya membawa Habib Rizieq ke Indonesia lantaran kasus dugaan konten pornografi yang dituduhkan ke Rizieq, super aneh.

“Rizieq dituduh dalam kasus pornografi yang beredar di media sosial, tapi siapa yang menyebar tidak jelas,” katanya.

Bila mengikuti alur berpikir polisi, menurut Neta, seharusnya Habib Rizieq adalah korban dan tugas polisi memburu penyebarnya sebagai pelaku. “Tapi kenapa malah Rizieq yang dijadikan tersangka. Bukankah ini kasus yang aneh, yang sarat kriminalisasi,” ujar dia.

Neta melanjutkan, Polda Metro Jaya seharusnya merasa malu karena sudah melakukan kriminalisasi terhadap Habib Rizieq dalam kasus dugaan konten pornografi. Apalagi, Berita Acara Pemeriksaan tersangka lainnya, Firza Husein, ditolak kejaksaan

“Selain itu, interpol juga menolak red notice Polri terhadap Rizieq yang menunjukkan bahwa kasus ini hanya kasus ecek-ecek,” tuturnya.

Bila dianggap kasus ecek-ecek, kata Neta, negara-negara lain yang berpegang penuh pada hukum dan keadilan akan berusaha ikut melindungi Habib Rizieq agar tidak dikriminalisasi dan diperlakukan semena-mena.

“Inilah yang membuat Polri jadi kesulitan untuk membawa pulang Rizieq,” kata dia.

Neta menegaskan, Polda Metro Jaya, seharusnya introspeksi dan kemudian rekonsiliasi.

“Belajar dari kasus ini Rizieq juga harus introspeksi agar ketegangan yang terjadi selama ini di Jakarta bisa mereda,” kata dia.


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : cnnindonesia.com


from Republikin http://www.republik.in/2017/06/pol-pengamat-kepolisian-ipw-sarankan.html
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close