Panglima TNI Dicurigai Akan Nyapres, Benarkah?

Sejumlah manuver Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di jagat politik nasional tak luput dari perhatian pegiat dunia maya. Bahkan ada warganet yang curiga, Gatot sedang memuluskan jalan menuju Pilpres 2019. Benarkah?

Seperti diketahui, sejak dilantik menjadi Panglima pada Juli 2015, Gatot tak pernah lepas dari sorotan. Beragam manuvernya jadi kontroversi. Beberapa yang mencuat di antaranya adalah keputusannya untuk menghentikan kerja sama militer dengan Australia. Gegara keputusan sepihaknya itu, beberapa media Australia menyebut Gatot sedang mencari panggung. Bahkan Presiden Jokowi disebut-sebut menegur langsung Gatot akibat tindakannya ini.

Manuver Panglima kelahiran Tegal ini terus berlanjut melalui komentar positifnya terhadap aksi 212. Mungkin gara-gara ini juga, jurnalis asal Amerika, Allan Nairn menyebut Gatot ikut mendukung gerakan kudeta yang dilakukan para jenderal pensiunan bersama kelompok Islam. Terhadap tuduhan itu, Gatot membantah dan bilang Allan sudah tak waras.

Manuver Gatot lainnya yang menjadi perbincangan ialah aksi membacakan puisi karya Denny JA berjudul "Bukan Kami Punya" di acara Rapimnas Golkar. Tiap larik puisi itu dianggap sebagai sindiran terhadap pemerintahan Jokowi saat ini.

Sejumlah manuver itu bikin nama Gatot nge-hits di berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Jika mengetikkan kata kunci Gatot Nurmantyo, atau Panglima TNI, di jendela pencari Instagram misalnya, maka layar akan segera menampilkan berbagai poster atau meme, Gatot dalam berbagai ukuran. Ada yang menyandingkannya dengan Jokowi sebagai cawapres, ada juga yang memasangkannya dengan Prabowo. Juga sebagai cawapres. Tak sedikit juga yang membikin poster Gatot sebagai capres 2019.

Peneliti The Political Literacy Institute Adi Prayitno mengatakan, berbagai aksi Panglima tersebut tak lepas dari Pilpres 2019. "Panglima sepertinya ingin menjadi kandidat (Pemilu 2019)," kata Adi dalam keterangan yang diterima redaksi. Adi menyatakan, manuver Gatot mendapat banyak sorotan negatif, karena banyak yang menengarai Gatot memanfaatkan jabatannya untuk tujuan politis. "Tak berlebihan kiranya jika agresifitas Gatot ini dibaca sebagai upaya memoles citra untuk mendulang insentif elektoral di pilpres mendatang," kata Adi.

Bagaimana tanggapan Gatot? Dalam acara ILC TvOne November lalu, sang pembawa acara, Karni Ilyas pernah berkomentar bahwa Gatot cocok jadi presiden. Komentar itu disampaikan setelah Gatot memberikan pemaparan. Dalam kesempatan itu, Gatot menegaskan bahwa tak terpikirkan sedikit pun menjadi presiden. "Umur saya juga sudah 56 tahun, Pak Karni. Lebih baik saya menjadi tumbal melaksanakan tugas untuk menjaga kebhinekaan daripada saya menjadi presiden," tegas Gatot.

Dia pun menyatakan tak akan melawan perintah Jokowi yang juga Panglima Tertinggi. Kata dia, Jokowi sudah memerintahkannya untuk menjaga kebhinekatunggalikaan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, sosok Gatot yang banyak dibincangkan ini menjadi fenomena menarik. Menurut dia, sepertinya sejarah akan berulang walaupun tidak sepenuhnya sama.

Sejarah itu adalah, bila PDIP sukses menaikkan kadernya menjad RI1, maka di pilpres berikutnya akan muncul penantang serius dari militer. "Ini terjadi saat Megawati head to head dengan SBY," kata Hendri, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Menurut Hendri, munculnya fenomena ini sebetulnya bagus bagi Indonesia, artinya Indonesia tidak kehabisan pemimpin. Soal capres yang digadang-gadang menjadi capres, Hendri yakin Jokowi sudah pernah bicara langsung dengan Gatot tentang hal ini. "Bahkan bukan tidak mungkin bila menelaah bintang terang Gatot, Jokowi meminta dia jadi pendamping dirinya di 2019," tuntasnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan sosok Gatot memang bisa menjadi sosok alternatif capres. Namun menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Gatot untuk sampai ke sana. Yaitu: partai, modal finansial untuk bertarung, dan prestasi selama menjabat.

Pangi menyatakan, jika tiga hal itu terpenuhi, maka Gatot bisa diperhitungkan menjadi salah satu kandidat pada Pilpres 2019. Nantinya, kelebihan yang dimiliki Gatot dipublikasikan ke masyarakat.

"Kalau dia punya prestasi, partai, amunisi, dan hal yang bisa menjadi antitesis dari Presiden Jokowi, saya kira Gatot bisa diperhitungkan," tutur Pangi.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : http://www.posmetro.info/2017/06/panglima-tni-dicurigai-akan-nyapres.html


from Republikin http://www.republik.in/2017/06/panglima-tni-dicurigai-akan-nyapres.html
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close