OJK Harus Jadi Pelengkap BI


Di depan Rapat di Komisi XI  DPR yang mendengarkan pendapat para pakar ekonomi dalam rangka pemilihan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan , Rabu , 31 Mei 2017 , Rizal Ramli menyatakan bahwa OJK harus menjadi pelengkap peranan dan tugas Bank Indonesia untuk mendorong ekonomi Indonesia . 

BI hanya mempunyai tugas dan wewenang yang terbatas , yaitu terkait mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas kurs dengan valuta asing .  Namun OJK mempunyai kewenangan yang sangat luas , yaitu pengawasan terhadap bank dan lembaga keuangan non bank artinya OJK juga dapat berperanan besar dalam mengarahkan kemana kredit diprioritaskan , dialirkan . Artinya OJK juga dapat ikut merubah stuktur ekonomi , memperbesar peranan UMKM dalam perekonomiam kita , dan mendorong sektor2 ekonomi yang di prioritaskan . 

Disamping itu OJK juga dapat mengarahkan usaha2 besar menjadi pemain internasional yang ekspornya signifikan dalam perekonomian kita . Selain itu OJK juga mempunyai kewenangan mengawasi asuransi , dana pensiun , lembaga jasa pembiayaan , dan lembaga keuangan lainnya . OJK juga punya kewenangan untuk mengawasi pasar modal sehingga dapat berperanan besar dalam membesarkan pasar modal . 

Oleh karena itu karena mempunyai peranan yang sangat penting dan kewenangan yang sangat luas , pimpinan dan Dewan Komisioner OJK harus mempunyai visi yang kuat dan berintegritas tinggi agar bisa membawa lembaga OJK berperanan bagi kemajuan ekonomi yang kuat , kompetitif didunia internasional dan merata kebawah . 

Jadi , pimpinan dan anggota Dewan Komisioner OJK  harus terdiri orang2 berani , berinisiatif , kreatif , tapi juga harus prudent dan berintegritas tinggi . Jangan hanya diisi oleh birokrat yg tidak berani mengambil resiko , hanya ingin berada di zona nyaman dan bekerja hanya memenuhi peraturan2 yang standard tanpa terobosan . 

Dilain pihak bilamana pimpinan dan anggota Dewan Komisioner OJK tidak berintegritas tinggi , OJK bisa disalah gunakan untuk menjadi alat pengumpul uang besar dalam rangka Pilpres 2019 . 

DR Rizal Ramli Menko Maritim dan Sumber Daya 2015 -2016 menyatakan bahwa Struktur ekonomi Indonesia saat ini  seperti bentuk gelas anggur . Dimana dibagian atasnya gemuk , besar, dibagian tengahnya yang merupakan kakinya berbentuk kecil , tipis ,  dan dibagian paling bawah yang merupakan dasarnya berbentuk lebar namun sangat tipis .  

Yang dibagian atas , yang gemuk itu hanya diisi oleh 200 keluarga yang mempunyai perusahaan konglomerat dan 160 BUMN . Mereka ini yang menguasai bisnis2 besar , namun hanya mampu melakukan sedikit ekspor yaitu pada tahun 2016 hanya sebesar $ 144 Milyar yang mayoritas bahan mentah seperti CPO dan batubara . Kalah jauh dengan Vietnam yang encapai $ 169 Milyar yang 3 besarna adalah gadget ( handphone Samsung ) ,Textil dan komputer-elektronik . 

Yang dibagian tengah yang tipis adalah usaha menengah - besar yang mempunyai omzet bisnis yang juga hanya menengah - besar . . Yang dibawah sangat tipis adalah UKM  yang omzetnya hanya kecil menengah . Mereka ini hanya mempunyai keuntungan yang sangat tipis , 5% , namun tenaga pemiliknya sendiri tidak dihitung sebagai biaya , tempatnya digarasi tidak dihitung sewanya dsb. 

Menurut Rizal Ramli struktur ekonomi seperti gelas anggur harus dirubah menjadi struktur ekonomi yang sehat , yaitu yang berbentuk seperti piramida . Seperti Jepang yang ekspornya kuat , dilakukan oleh perusahaan2 besar yang komponen2nya dipasok oleh perusahaan2 menengah dan kecil . Manfaatnya bisa dirasakan oleh perusahaan dari kelas dunia sampai dengan perusahaan kecil , namun bila terjadi kondisi ekonomi yang kurang baik , resikonya bisa ditanggung oleh banyak pihak pula . 

Kembali kepada masalah pimpinan dan Dewan Komisioner OJK yang mempunyai kewenangan yang sangat luas , maka Rizal Ramli mengharapkan bahwa OJK harus bisa merubah struktur ekonomi kita melalui pengarahan2 kebijakan pemberian kredit dsb . Jangan hanya menjalankan bisnis as usual karena akan kehilangan momentum selama 5 tahun kedepan .
________________________
Oleh: Abdulrachim K - Analis 

 

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/ojk-harus-jadi-pelengkap-bi
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close