Menohok! ILC: KPK Hanya Hajar Orang Islam, Sedang Koruptor Sejati Malah Jadi Pahlawan Diundang ke Istana


Republik.in ~ Nama Amien Rais secara mengejutkan disangkutpautkan dengan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan era Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Amien disebutkan menerima aliran dana yang diduga dari hasil korupsi alkes. Ahmad Yani tak tinggal diam.

Ia menganggap tuduhan yang diarahkan kepada Amien Rais penuh tanda tanya, dan mengarah ke fitnah. Hal ini diungkapkan Ahmad Yani saat acara Indonesia Lawyer Club (ILC TV one) dengan tema, Amien Dituduh, KPK Digugat, Selasa, 13 Juni 2017.

Ahmad Yani yang pernah terpilih sebagai Wakil Ketua Pansus UU MD3 ini menyebut ada kesan bahwa umat islam menjadi sasaran KPK.

"Kok korupsi yang banyak ini kalau umat islam, kok cepat sekali ya diusut-usut KPK kasusnya dan disebut-sebut terus. Eh kasus-kasus yang lain, golongan-golongan tertentu lenyap ditelan bumi" ujar Mantan Anggota Komisi Hukum DPR RI tersebut.

"Jadi kalau disimpulkan ini memang yang dihajar orang-orang Islam kayaknya ini. Lha tapi yang sesungguhnya koruptor sejatinya, yang merampok republik ini, ratusan trilyun, lenyap bahkan jadi pahlawan. Kalau diundang ke istana kan pahlawan namanya." Seloroh Ahmad Yani yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari hadirin di acara ILC malam itu.

Siapa yang dimaksud koruptor sejati yang diundang ke istana tersebut Ahmad Yani tidak menjelaskan secara gamblang.

Namun di awal acara ILC Putri Amien Rais, yaitu Hanum Rais sempat diwawancara dan juga menyinggung perihal "seseorang" yang sudah jelas-jelas dikatakan oleh BPK sangat mungkin terlibat di dalam kasus Reklamasi dan Sumber Waras namun tetap diterima dengan baik bahkan diberikan kredit tidak ada niat jahat dalam kelakuannya.

Berikut ini Video detik-detik Ahmad Yani melakukan skakmat terhadap KPK:





ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : republik.in


from Republikin http://www.republik.in/2017/06/pol-menohok-ilc-kpk-hanya-hajar-orang.html
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close