Krisis Qatar Berdampak ke TKI Kita dan Tegangan Regional. Warga Borong Belanja Sembako Mirip Krismon 1998

DOHA- Sebagian besar warga Qatar berbondong-bondong menuju ke pasar-pasar swalayan untuk membeli bahan makanan, Selasa (6/6/2017). Hal ini dilakukan wara setelah Arab Saudi memutuskan perbatasan daratnya dengan negeri kecil itu menyusul krisis diplomatik terburuk di Timur Tengah ini. Baca: WNI di Qatar Diimbau Tetap Tenang dan Waspada Warga Qatar terlihat memborong susu, air minum, beras, dan telur di beberapa pasar swalayan di negeri itu. "Saya tak pernah melihat hal yang seperti ini, orang-orang memenuhi kereta belanja mereka dengan makanan dan air minum," ujar seorang pengunjung pasar swalayan Carrefour di Doha.

Serangkaian foto kosongnya rak-rak pendingin di pasar swalayan tersebar di media sosial, setelah warga membeli semua daging dan makanan beku lainnya. Sementara itu, kabinet Qatar menjamin ruang udara dan laut negeri itu tetap terbuka untuk pergerakan manusia dan pasokan kebutuhan hidup. Sedangkan Kemenlu Qatar bersikukuh penutupan perbatasan darat tak akan memengaruhi kehidupan warga dan penduduk negeri itu. Pada Selasa pagi, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mengumumkan akan menutup semua perbatasan darat, laut, dan udara dengan Qatar dalam 24 jam. Baca: 7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik, Ada Apa dengan Qatar? Sebagai negeri yang menempati sebuah semenanjung, satu-satunya perbatasan darat Qatar adalah dengan Arab Saudi. Terbukanya perbatasan darat itu sangat dibutuhkan Qatar untuk mendatangkan bahan makanan dan bahan bangunan untuk berbagai proyek infrastruktur.

Yaman dan Maladewa mengikuti jejak Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Libya, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Alasannya, Qatar dituding melakukan langkah yang mengganggu keamanan kawasan Teluk.

Baca: Empat Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Mereka menuding Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris seperti Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaeda. 

Pemutusan hubungan diplomatik tetap terjadi meski tuduhan itu telah disangkal Qatar.

Kantor berita Arab Saudi SPA, menyebutkan, Riyadh telah menutup perbatasannya dan memutus seluruh kontak darat, laut, dan udara dengan negara di Semenanjung Arab itu.

Qatar menyebut keputusan itu tak bisa dibenarkan dan tidak didasarkan pada fakta-fakta.

Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dipandang sebagai perpecahan serius antara negara-negara kuat di Teluk, yang juga merupakan sekutu-sekutu dekat Amerika Serikat.

Belakangan, terjadi peningkatan ketegangan antara negara-negara Teluk dan negara tetangga mereka, Iran.

Saudi menuduh Qatar bekerja sama dengan milisi yang didukung Iran.

Apa yang telah terjadi?

Pemutusan hubungan diplomatik dilakukan oleh Bahrain, kemudian Arab Saudi pada Senin pagi (5/6/2017). Kemudian disusul sekutu lainnya.

SPA mengutip pejabat yang mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil untuk melindungi keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme.

Tiga negara Teluk, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi memberikan waktu dua pekan bagi semua warga negara Qatar yang berada di negara-negara itu untuk meninggalkan wilayah mereka.

Data perkembangan terakhir:

Uni Emirat Arab memberi waktu 48 jam kepada para diplomat Qatar untuk meninggalkan negara itu.

Abu Dhabi menuduh Qatar mendukung, mendanai, dan merangkul terorisme, ekstremisme dan organisasi sektarian, kata kantor berita negara itu, WAM.

Maskapai penerbangan Etihad Airways, Emirates dan Flydubai akan menghentikan semua penerbangan ke dan dari ibu kota Qatar, Doha mulai Selasa (6/6/2017).

Tiga negara Teluk mengatakan, mereka menutup wilayah udara dari Qatar Airways.

Kantor berita Pemerintah Bahrain mengatakan, mereka memutus hubungan diplomatik karena Qatar mengganggu keamanan dan stabilitas negeri itu, serta ikut campur dalam urusan dalam negeri Bahrain.

Menurut SPA, koalisi militer negara-negara Arab yang dipimpin Saudi yang memerangi pemberontak Yaman di Houthi juga mengusir Qatar dari aliansi itu karena praktik-praktik Qatar yang memperkuat terorisme.

Qatar dituding memberikan dukungan terhadap kelompok-kelompok ekstremis seperti al-Qaeda dan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), serta berhubungan dengan milisi pemberontak.

Bagaimana konteksnya?

Pemutusan hubungan dengan Qatar memang berlangsung tiba-tiba, namun tidak terjadi begitu saja.

Sebab, ketegangan telah berkembang selama bertahun-tahun, dan terutama dalam beberapa pekan terakhir.

Dua pekan yang lalu, negara-negara itu memblokade situs berita Qatar, termasuk Al Jazeera.

Media Pemerintah Qatar memuat pernyataan kontroversial yang disebut dikemukakan oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani yang mengkritik Arab Saudi.

Namun, Pemerintah di Doha menyebut bahwa itu pernyataan palsu, dan menudingnya sebagai suatu kejahatan siber yang tercela.

Sebelumnya, pada tahun 2014, Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab menarik duta besar mereka dari Qatar selama beberapa bulan sebagai protes atas tudingan campur tangan dalam urusan dalam negeri mereka.

Secara lebih luas, ada dua faktor kunci yang mendorong keputusan itu: hubungan Qatar dengan kelompok-kelompok Islam radikal, dan peran Iran, seteru Arab Saudi.

Kendati Qatar bergabung dengan koalisi AS melawan ISIS, para pemimpin Syiah Irak menuding bahwa mereka memberikan dukungan finansial kepada ISIS. (KCM)

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/krisis-qatar-berdampak-ke-tki-kita-dan-tegangan-regional-warga-borong-belanja
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close