KPK periksa Gamawan Fauzi untuk tersangka Andi Narogong Terkait Kasus e-KTP

KONFRONTASI - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi terkait dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012. Gamawan diperiksa sebagai saksi dengan tersangka kasus korupsi e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Pantauan merdeka.com, Gamawan datang tepat pukul 09.30 WIB menggunakan kemeja warna hitam. Saat masuk ke dalam ia tidak berkomentar sedikit pun kepada awak media yang menunggunya di depan pintu gedung KPK.

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Narogong)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/6).

Seperti diketahui pada pemeriksaan sebelumnya, Gamawan mengatakan tidak ada keanehan saat pengadaan KTP elektronik. Gamawan Fauzi menegaskan proyek penerapan paket pengadaan KTP elektronik atau e-KTP 2011-2012 sudah mendapat pengawasan. Gamawan mengatakan, pada 11 Nopember 2009 ada pembahasan anggaran di kantor wakil presiden.

Rapat tersebut memutuskan mengangkat Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani dan menteri-menteri lainnya sesuai Keppres. "Ketua tim pengarah itu Pak Djoko Suyanto. Saya wakil, terus dibentuk panitia teknis dari 15 kementerian, mendampingi, terus saya lapor ke KPK, saya presentasi di sini," kata Gamawan Fauzi usai diperiksa di KPK, Jakarta, Kamis (20/10/2016) silam.

Saat presentasi di KPK, Gamawan Fauzi mengaku disarankan KPK agar didampingi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang saat itu dikepalai Agus Rahardjo yang kini menjabat ketua KPK.

"Saya minta untuk mengawasi di sini, kemudian KPK meminta supaya ini didampingi oleh LKPP, waktu itu Pak Agus Rahardjo kepalanya," kata dia.

Tersangka Andi Narogong merupakan tersangka ketiga yang ditetapkan KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011 - 2012. Ia diduga sebagai pengatur proyek pengadaan e-KTP tersebut.

Sebelumnya dalam proyek yang diduga merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu, KPK telah menetapkan dua tersangka yang kini berstatus terdakwa di Pengadilan Tipikor yakni Irman dan Sugiharto. Atas perbuatannya dalam kasus e-KTP, Andi dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 jo Pasal 64 KUHP.(Juft/Mrdk)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/kpk-periksa-gamawan-fauzi-untuk-tersangka-andi-narogong-terkait-kasus-e-ktp
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close