Kasus Habib Di-Blow-Up, Umat Tak Tahu Harga BBM Naik


Republik.in ~ Situasi sosial politik umat kembali memanas usai polisi menetapkan status Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi tersangka dalam kasus obrolan pesan singkat mengandung konten pornografi dengan Firza Husein sejak 29 Mei 2017 lalu.

Media arus utama setiap hari mem-blowup dan tak pernah luput menyiarkan perkembangan kasus HRS. Terakhir kasus HRS diliput secara khusus lewat siaran Live ILC di TVone Selasa (6/6/2017) dengan tema, "Membidik Habib Rizieq" yang irionisnya dalam acara tersebut justru pihak Polri yang terbidik dan terkapar.

Panasnya kasus Habib Rizieq saat ini dinilai mengalihkan perhatian masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM (premium dan solar) yang wacananya akan dilakukan pasca lebaran nanti.

Sebab, pemerintah berencana mengevaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) setelah Lebaran nanti.

Evaluasi dilakukan karena harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) di atas asumsi pemerintah di APBN.

Karena itu, pemerintah diperkirakan meningkatkan harga dua BBM bersubsidi tersebut.

"Premium RON 88 dan solar dilihat pada Juli setelah Lebaran. Nanti kita lihatlah," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Meski demikian, Jonan belum bersedia memastikan apakah pemerintah berencana menaikkan harga BBM atau tetap mempertahankan harga saat ini.

Satu hal yang pasti, peluang untuk penurunan harga BBM setelah Lebaran sulit terjadi.

"Kemungkinan turun susah. Sebab, harga pada saat itu terpatok pada ICP di kisaran USD 40 sampai USD 45 per barel, sedangkan rata-rata saat ini USD 49 per barel," kata Jonan.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : redaksi


from Republikin http://www.republik.in/2017/06/pol-kasus-habib-di-blow-up-umat-tak.html
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: