Juncker: Soal Pertahanan Keamanan, Eropa Tidak Bisa Lagi Bergantung pada Pihak Luar

KIBLAT.NET, Brussel – Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, pada hari Jumat (09/06) mengatakan bahwa Eropa harus memperhatikan sistem pertahanannya sendiri mengingat telah terjadi perubahan kebijakan di AS. Juncker mengungkapkan pandangannya tersebut saat mempromosikan anggaran pertahanan yang lebih besar yang sebelumnya telah diumumkan oleh Brussel.

Menurutnya, dalam periode lebih dari satu dekade terakhir sebagaimana diketahui secara luas bahwa AS merasa selama ini terus memikul beban negara-negara sekutu Eropanya yang kaya dengan beban yang terlalu besar.

Pada hari Rabu, Uni Eropa mengumumkan sebuah rencana baru anggaran senilai hingga € 5,5 milyar atau sekitar US$ 6,15 miliar per tahun. Hal itu dilakukan menyusul kebijakan dua negara Perancis dan Jerman yang mulai memberikan fokus kepada masalah pertahanan dan keamanan dalam rangka antisipasi kebutuhan baru pasca kemenangan Brexit tahun lalu yang menghentak Eropa.

“Kita tidak punya pilihan lain selain membela kepentingan kita sendiri di Timur Tengah, soal perubahan iklim, termasuk isu-isu kesepakatan perdagangan dengan terus melangkah maju memperkuat pertahanan dan kebijakan lain yang relevan secara bersama-sama,” kata Juncker.

Kebijakan “America First” yang diadopsi oleh Presiden AS Donald Trump menempatkan kepentingan Amerika sebagai prioritas utama dan yang harus diutamakan. Beberapa kali Trump melontarkan kritik tajam kepada negara-negara mitra Eropa-nya terkait soal belanja militer, termasuk selama KTT NATO di Brussel bulan Mei lalu yang berlangsung cukup “panas”.

Juncker mengatakan, Uni Eropa tidak akan bersaing dengan NATO. Selain itu, Juncker juga menegaskan, “NATO telah dan akan tetap menjadi landasan bagi keamanan Eropa selama berpuluh-puluh tahun. Kita berbeda, namun saling melengkapi.” Terdapat 22 negara yang menjadi anggota NATO sekaligus anggota Uni Eropa. Dalam kesempatan lain, Wakil Sekjen NATO, Jenderal Rose Gottemoeller mengatakan institusinya menyambut baik proposal anggaran tersebut.

“Jika pertahanan Eropa lebih kuat, NATO juga lebih kuat, (dan) jika NATO lebih kuat, maka pertahanan Eropa juga lebih kuat”, kata Juncker sambil menambahkan bahwa baik NATO maupun Uni Eropa tidak bisa menghadapi tantangan hari ini sendirian. Untuk itu, Juncker menegaskan bahwa peluncuran program peningkatan anggaran tersebut tergantung pada negara-negara anggota, bukan (lembaga) Uni Eropa.

“Kita mendukung negara-negara anggota untuk mengambil keputusan sesegera mungkin,” katanya. Juncker menyerukan negara-negara anggota UE untuk mulai sadar terkait dengan pasal 42 Perjanjian Lisbon mengenahi kebijakan bersama di bidang pertahanan dan keamanan.

Sementara Deputi Komisi Eropa, Jyrki Katainen, mendesak negara-negara anggota Uni Eropa bekerja bersama-sama untuk menghindari duplikasi dalam investasi pertahanan yang bisa menyebabkan “defisit keamanan”.

Dari Perancis, Menteri Dinas Bersenjata yang baru Sylvie Goulard, mengatakan UE akan mendorong inisiatif bilateral dan multilateral di antara negara-negara anggota menuju ke arah yang benar. “Semakin kita mengkonsolidasikan pasukan dengan dukungan yang sangat konkrit dalam aspek logistik, medis, dan pelatihan di negara-negara anggota, maka akan menjadi lebih baik bagi kita semua,” katanya.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: World Bulletin

The post Juncker: Soal Pertahanan Keamanan, Eropa Tidak Bisa Lagi Bergantung pada Pihak Luar appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/11/juncker-soal-pertahanan-keamanan-eropa-tidak-bisa-lagi-bergantung-pada-pihak-luar/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close