Islam Kaffah VS Islam Separo

KONFRONTASI - Wahai para aktifis, syariat yang mana lagi yang ingin anda tegakkan? Bukankah anda sudah diperbolehkan sholat, difasilitasi haji, pengajian-pun tidak diganggu, anda bisa puasa dengan aman dan tenang, pernikahan sesuai syariat-pun difasilitasi, bahkan sudah disediakan kantor urusan agama, anda lihat bahwa sebagian besar syariat sudah dilaksanakan. Syariat yang belum paling syariat hudud (hukum pidana Islam). Adapun 75% syariat Islam sudah di laksanakan, apalagi yang anda inginkan?

Syariat Islam adalah sebuah kata general yang disepakati oleh umat Islam. Namun, kita perlu  memperjelas cakupan syariat Islam. Karena para ulama berkata, “Vonis terhadap sesuatu adalah gambaran seseorang terhadap objek vonis.” Sederhananya begini, saat orang buta diminta untuk mengenali gajah, maka jika dia memegang belalainya, si buta akan mengatakan bahwa gajah itu panjang dan bulat seperti paralon.

Nah, untuk memiliki tashowwur (pandangan) yang jelas dan akurat tentang persentase tegaknya syariat Islam di Indonesia, kita harus paham dan mengerti apa itu syariat Islam dan apa saja yang menjadi cakupannya.

Al Kholil bin Ahmad berkata :

  الشَّريعة والشّرائع : ما شرع الله للعباد من أمر الدين، وأمرهم بالتمسك به من الصلاة والصوم والحج وشبهه

Artinya, “Syariah dan syara’i (bentuk jamak dari syariah) adalah segala urusan agama yang Allah syariatkan kepada hamba-Nya dan apa yang Allah perintahkan untuk berpegang teguh dengannya seperti sholat, puasa, haji dan hal yang serupa.” (Al Ain 1/253)

Ibnu Taimiyah berkata :

وَحَقِيقَةُ الشَّرِيعَةِ اتِّبَاعُ الرُّسُلِ وَالدُّخُولُ تَحْتَ طَاعَتِهِمْ كَمَا أَنَّ الْخُرُوجَ عَنْهَا خُرُوجٌ عَنْ طَاعَةِ الرُّسُلِ وَطَاعَةُ الرُّسُلِ هِيَ دِينُ اللَّهِ

Artinya, “Hakikat syariat itu adalah mengikuti para rasul dan taat kepada mereka. Sebagaimana tidak taat kepada syariat sama halnya tidak taat kepada para rasul. Dan taat pada para rasul itu adalah inti agama Allah.(Majmu’ Fatawa 19/309)

Syaikh Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya “Al-Muhadhoroh fi Asy-Syariah Al islamiyah wa Fiqhuha wa Mashodiruha” berkata :

هي كل ماجاء به محمد صلى الله عليه وسلم عن الله عز وجل سواء كان مايتعلق بإصلاح العقيدة لتحرير العقل البشري من رق الوثنية و الخرافات..وما يتعلق بإصلاح الأخلاق لتحرير الإنسان من زيغ الأهواء وفتنة الشهوات ومايتعلق بإصلاح المجتمع لتحرير الأمة من الظلم والفوضى والاستبداد

Artinya, “Syariat Islam adalah segala sesuatu dari Allah yang dibawa oleh Muhammad SAW, baik berupa urusan akidah guna membebaskan akal manusia dari perbudakan berhala dan khurafat dan yang berupa akhlak, guna membebaskan manusia dari sesatnya hawa nafsu dan fitnah syahwat dan berupa hal yang mengatur perbaikan masyarakat guna membebaskan manusia dari kezaliman, kekacauan dan kediktatoran.” (Al-Muhadhoroh fi Asy-Syariah Al islamiyah wa Fiqhuha wa Mashodiruha, hal 6)

Dari tiga pengertian di atas, nampak sekali bahwa syariat Islam itu mencakup hal yang sangat luas sekali, walaupun oleh Syaikh Abdullah Nashih Ulwan disimpulkan kepada tiga pondasi pokok, yaitu Akidah, ibadah ruhiyah dan sistem perundang-undangan dan peradilan.

Salah satu dari sifat syariat islam adalah syumul (komprehensif), hal ini terlihat bagaimana teks-teks keagamaan Islam memberikan solusi dan panduan dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagai contoh, terkait hubungan antar warga sipil, Islam memerintahkan untuk menepati setiap akad, Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman penuhilah akad-akad itu. Dihalalkan bagi kalian hewan ternak kecuali apa-apa yang dibacakan kepadamu, dengan tidak menghalalkan buruan sedangkan kalian dalam kondisi ihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (QS Al-Maidah : 1)

Dalam masalah ekonomi, Islam melarang umatnya memakan harta orang lain secara batil, Allah SWT berirman :

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya, “Dan Janganlah kalian memakan harta sesame kalian secara batil. Dan janganlah kalian membawa urusan harta itu kepada hakim supaya kalian dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain dengan (jalan) dosa. Padahal kalian mengetahui.” (QS Al Baqoroh : 188)

Dalam dasar mengambil keputusan bagi khalifah dan para ulil amri, Islam memerintahkan syuro. Allah SWT berfirman :(Juft/Kiblat)

Category: 


from Khazanah http://www.konfrontasi.com/content/khazanah/islam-kaffah-vs-islam-separo
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close