Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosial

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Soleh mengungkapkan dasar pertimbangan MUI dalam mengeluarkan fatwa tentang bermedia sosial. Salah satunya adalah minimnya pertanggungjawaban dari para pengguna media sosial ketika memposting suatu hal.

“Kami menimbang bahwa penggunaan media sosial sering kali terima dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar serta bermanfaat. Bisa karena sengaja atau ketidaktahuan, yang bisa menimbulkan kerusakan di tengah masyarakat,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Kominfo, Jakarta pada Senin (05/06).

Oleh karenanya, MUI memutuskan untuk mengeluarkan fatwa yang berbentuk larangan tersebut. Fatwa tentang media sosial ini tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 24 tahun 2017. Sebelas ketentuan yang dilarang oleh MUI dalam bermedia sosial adalah sebagai berikut:

1. Melakukan ghibah, fitnah, naminah, dan penyebaran permusuhan.

2. Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan.

3. Menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup.

4. Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i.

5. Menyebabkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

6. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi yang tidak benar kepada masyarakat hukumnya haram.

7. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi tentang hoax, ghibah, fitnah, naminah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal2 lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram.

8. Mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang laim atau kelompok hukumnya haram kecuali untuk kepentingan yang dibenarkam secara syar’i.

9. Memproduksi dan/atau menyebarkan konten/informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau memyalahkan yang benar, membangun opini agar seolah-olaj berhasil dan sukses, dan tujuan memyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram.

10. Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, pdahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat, hukumnya haram.

11. Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, naminah, bullying, aib, gosip, dan hal2 lain sejenis sebagai profesi untik memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

The post Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosial appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/06/ini-11-poin-larangan-mui-dalam-bermedia-sosial/
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close