HRW Khawatirkan Bom Fosfor Putih yang Digunakan Koalisi AS di Raqqah

KIBLAT.NET, Washington – Organisasi HAM Internasional, Human Right Watch (HRW), Rabu (14/06), prihatin tentang penggunaan bom Fosfor putih oleh koalisi pimpinan AS dalam memerangi Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) di Irak dan Suriah. Bom tersebut sangat membahayakan warga sipil jika digunakan di daerah padat penduduk.

Direktur Divisi Senjata HRW, Steve Goss, mengatakan bahwa penggunaan fosfor putih harus dievaluasi. Bom tersebut berisiko bahaya tinggi karena mengakibatkan kerusakan jangka panjang yang mengerikan.

Dia mendesak pasukan yang dikomando AS mengambil langkah ekstra hati-hati untuk mengurangi bahaya terhadap warga sipil ketika menggunakan bom Fosfor Putih di Irak dan Suriah.

Menurut Reuters, penggunaan Fosfor Putih legal berdasarkan undang-undang internasional jika digunakan untuk membuat asap, menerangi medan, menjadikan tanda sasaran atau menghancurkan tempat persembunyian musuh. Kendati legal, bom ini menyebabkan kebakaran hebat di lokasi yang ditarget.

HRW menyebutkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan penggunaan senjata itu menyebabkan korban sipil. Akan tetapi, lembaga yang bermarkas di AS itu sangat khawatir jika senjata itu digunakan di wilayah padat penduduk.

Soal bahaya Fosfor, HRW menjelaskan bahwa bom bersebut bisa menimbulkan luka bakar parah bagi korbannya dan serin menyebabkan kematian. Meski sudah diobati, korban belum tentu selamat. Pasalnya, zat-zat yang ada di fosfor dapat merasuk ke aliran darah sehingga dapat mengakibatkan kegagalan sejumlah fungsi anggota tubuh.

Sementara itu, juru bicara koalisi AS Kolonel Ryan Dillion ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya menggunakan Fosfor. Akan tetapi, dia mengklaim penggunaan senjata itu masih dalam batas-batas yang dilegalkan internasional.

Dillion menambahkan bahwa ISIS mengindahkan warga sipil ketika menambakkan roket. Mereka membunuh warga yang lari dari pertempuran. Koalisi tak aka diam dan “membiarkan warga sipil terbunuh jika kami masih mampu melindungi mereka”.

Sementara itu di hari yang sama, penyelidik pelanggaran perang di PBB mengungkapkan dalam laporan di Jenewa bahwa serangan udara koalisi AS untuk mendukung pasukan sekutunya di Raqqah, Suriah, meningkat. Serangan itu telah menyebabkan banyak korban sipil.

Berdasarkan laporan tersebut, sedikitnya 300 sipil lebih tewas akibat serangan udara AS. Angka ini didata sejak bulan Maret 2017.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Reuters Arabic

The post HRW Khawatirkan Bom Fosfor Putih yang Digunakan Koalisi AS di Raqqah appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/15/hrw-khawatirkan-bom-fosfor-putih-yang-digunakan-koalisi-di-raqqah/
via IFTTT

0 Response to "HRW Khawatirkan Bom Fosfor Putih yang Digunakan Koalisi AS di Raqqah"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close