Hadapi Teroris, Facebook Berbagi Data Pengguna Dengan WA dan Instagram

KIBLAT.NET, Washington- Baru-baru ini, raksasa IT Facebook mengungkap bahwa mereka berbagi data mengenahi para pengguna mereka dengan Instagram dan WhatsApp. Perusahaan yang didirikan oleh Zuckerberg itu telah mempublikasikan sebuah blog yang memposting sejumlah detil bagaimana mereka berencana untuk menjadikan berbagai konten terkait “terorisme” tetap berada di luar situs. Namun demikian, masalahnya adalah salah satu taktik yang dipakai termasuk kategori sangat kontroversial.

Facebook mengatakan salah satu fokus mereka saat ini adalah “kolaborasi platform-silang” yang memungkinkan mereka meng-collect dan menganalisa berbagai data pengguna dari Instagram dan WhatsApp. Dua layanan medsos ini sudah sangat populer, dan telah dimiliki oleh Facebook.

“Karena kami tidak ingin para teroris itu memiliki tempat di mana saja di dalam keluarga Facebook, maka kami telah mulai bekerja dengan sistem yang memungkinkan kami untuk mengambil tindakan terhadap akun-akun teroris di semua platform yang kami punya, termasuk WhatsApp dan Instagram”. Demikian tulisan Monika Bickert, direktur manajemen kebijakan global; dan Brian Fishman, manajer kebijakan kontraterorisme.

“Mengingat data yang dikumpulkan oleh beberapa aplikasi kami terbatas sebagai bagian dari layanan mereka, maka kemampuan untuk berbagi data antar seluruh aplikasi itu sangat penting sebagai upaya kami untuk memastikan bahwa seluruh platform kami aman.”

Sayangnya, dalam postingan di blog tersebut tidak menyebutkan secara spesifik “data terbatas” mana yang akan di-share. Tetapi ditambahkan bahwa Facebook saat ini sedang menggunakan AI (Artificial Intelligent) yaitu semacam “mesin cerdas” atau “kecerdasan buatan” untuk memahami bahasa, termasuk untuk mengenali sebuah image/gambar.

Rencana Facebook tersebut membuat kelompok hak-hak sipil memberikan reaksi. “Kami perlu ada transparansi yang lebih besar mengenahi rencana Facebook untuk berbagi data antar platform mereka,” kata Jim Killock, direktur eksekutif ORG (Open Right Group) sebagaimana dilansir oleh The Independent.

“Terkait adanya kontroversi tentang sharing-data antara Facebook dan WhatsApp, kami berharap perusahaan itu mau bekerja sama dengan pihak otoritas perlindungan data untuk memastikan bahwa data yang mereka share itu betul-betul terbatas dan secara mutlak memang diperlukan”.

“Kami telah meminta Facebook untuk memberikan lebih banyak informasi, dan kami akan terus meng-update info tersebut jika perusahaan itu sudah memberikan respon”, imbuhnya.

Percakapan di WA (WhatsApp) sebetulnya di-proteksi oleh enkripsi bernama “end-to-end”. Hal itu telah memicu reaksi keras dari pemerintah, meskipun sangat krusial bagi perlindungan (privasi) masyarakat. Enkripsi ini juga merupakan sistem yang penting dari para pelaku kejahatan.

“Kami tahu bahwa para teroris terkadang menggunakan pesan-pesan bersandi atau enkripsi dalam komunikasi mereka”, tulis Facebook dalam postingan-nya.

“Karena adanya sistem enkripsi ‘end-to-end’ itulah, kami tidak bisa membaca isi/konten pesan bersandi dari setiap individu, tetapi kami menyediakan informasi yang mampu kami sediakan sebagai respon atas permintaan otoritas penegak hukum saat ini, sesuai dengan hukum yang berlaku dan (juga) kebijakan kami.”

Pada tahun 2014, Facebook membeli WhatsApp. Pada mulanya mereka mengklaim akan tetap membiarkan data/informasi mengenahi pengguna tetap terpisah di masing-masing layanan. Namun belakangan, pada tahun 2016 yang lalu, Facebook mengumumkan sebuah rencana kontroversial untuk sharing-data di antara keluarga besar platform mereka.

Rencana itu sempat ditangguhkan pada bulan November, dan Komisi Eropa mengatakan Facebook dengan “sengaja atau lalai” telah menyerahkan “informasi menyesatkan” sebelum pengambilalihan WhatsApp. Anehnya, raksasa IT itu tetap bersikeras menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan kebijakan mereka.

 
Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Independent

The post Hadapi Teroris, Facebook Berbagi Data Pengguna Dengan WA dan Instagram appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/20/hadapi-teroris-facebook-berbagi-data-pengguna-dengan-wa-dan-instagram/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close