Eko Susilo Hadi Dituntut 5 Tahun Penjara, Terdakwa dalam Kasus Suap BKL

KONFRONTASI - Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut Eko Susilo Hadi dituntut lima tahun penjara. Eko merupakan salah seorang terdakwa dalam kasus suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut.

"Agar menghukum terdakwa Eko Susilo Hadi dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp250 juta subsidair tiga bulan kurungan," kata Jaksa Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 12 Juni 2017.

Dalam mengajukan tuntutan, jaksa mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, hal-hal yang memberatkan yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Kemudian, hal-hal yang meringankan antara lain, terdakwa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya, terdakwa bersikap kooperatif selama persidangan, terdakwa telah mengembalikan uang suap yang diterimanya sejumlah Rp2 miliar kepada KPK, dan terdakwa memiliki tanggungan keluarga.

Jaksa mengatakan, berdasarkan fakta-fakta hukum, uang suap yang diterima Eko Susilo Hadi berawal dari adanya arahan dari Kepala Bakamla Ari Soedewo. Ari menyampaikan soal jatah 15% dari nilai kontrak pengadaan satelit monitoring yang dimenangkan PT Melati Technofo Indonesia.

Ari juga menginstruksikan agar Eko membagikan uang tersebut kepada Kepala Biro Perencanaan Organisasi Bakamla Nofel Hasan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bambang Udoyo sebesar Rp1 miliar. "Sedangkan Rp2 miliar untuk bagian terdakwa," papar dia.(Juft/Metro)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/eko-susilo-hadi-dituntut-5-tahun-penjara-terdakwa-dalam-kasus-suap-bkl
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: