Dukung Qatar di Media Sosial, Seorang Netizen Ditangkap



Bahrain memenjarakan salah satu warganya terkait komentar dukungan kepada Qatar yang dibuat di media sosial. Ini disebut-sebut sebagai penangkapan pertama sejak otoritas mengeluarkan undang-undang kontroversial yang mengkriminalisasi simpatisan Qatar.

Pekan lalu, otoritas Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab dengan mengumumkan akan memenjarakan para simpatisan Qatar.

“Setiap ekspresi simpati dengan pemerintah Qatar atau oposisi terhadap tindakan yang diambil oleh pemerintah Bahrain, baik melalui media sosial, Twitter atau bentuk komunikasi lainnya, merupakan tindak pidana yang dapat dihukum lima tahun penjara dan denda,” Kata Kementerian Dalam Negeri .

Pada hari Rabu (14/06), Jaksa Agung Bahrain, Ahmed al-Hammadi mengatakan sedang menangani sebuah kasus seseorang yang tertarik memberikan komentar ke media sosial. Komentar itu dinilai melanggar undang-undang untuk tidak bersimpati dengan Qatar.

“Penuntut telah mulai menyelidiki masalah ini, dan tersangka telah diinterogasi dan ditahan,” katanya.

Pekan lalu, UEA memperingatkan para pengguna media sosial untuk tidak memberikan simpati kepada Qatar. Mereka dapat menghadapi hukuman tiga sampai 15 tahun penjara dan denda mulai dari 500.000 dirham ($ 136.000) lantaran hal itu.

Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir pada tanggal 5 Juni memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas tuduhan bahwa negara tersebut memberi dukungan kepada kelompok ekstremis di wilayah tersebut dan memiliki hubungan dengan Iran. Namun, Qatar dengan tegas membantah tuduhan tersebut.[ / ]
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : www.kiblat.net


from Republikin http://www.republik.in/2017/06/tt-dukung-qatar-di-media-sosial-seorang_17.html
via IFTTT

0 Response to "Dukung Qatar di Media Sosial, Seorang Netizen Ditangkap"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close