Beredar Mie Instan Impor Tanpa Label Halal Rugikan Masyarakat Muslim

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur Indonesia Halal Watch (IHW) Ihsan Abdullah menegaskan bahwa peredaran mie instan tanpa label halal telah merugikan masyarakat. Menurutnya, yang lebih dirugikan adalah masyarakat muslim.

“Tindakan Produsen mengimpor dan mengedarkan produk mie instan dan makanan kemasan tersebut  tentu sangat merugikan masyarakat, khususnya konsumen muslim. Dan telah kami lakukan teguran  kepada distributornya di Jakarta dan Batam,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Senin (19/06).

“Bahkan ada yang telah kami lakukan tindakan hukum berupa pelaporan ke Polda Metrojaya Direktorat Industri dan Perdagangan,” sambungnya.

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah sebagai Peraturan Pelaksanaan UUJPH dan menetapkan Kepala Badan Penyelenggara Produk Halal (BPJPH), agar UUJPH berlaku efektif.

IHW juga mengapresiasi hasil temuan BPPOM soal mie instan yang mengandung babi dan dipublish. Menurutnya, langkah tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat konsumen.

“Dan ini kali pertama yang dilakukan dan kami minta harus terus menerus dilakukan dengan bekerjasama dengan kami dan LPPOM MUI agar masyarakat khususnya konsumen muslim merasa nyaman,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) menemukan empat mie instan yang mengandung zat babi. Keempat produk mie instan itu adalah Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

The post Beredar Mie Instan Impor Tanpa Label Halal Rugikan Masyarakat Muslim appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/19/beredar-mie-instan-impor-tanpa-label-halal-rugikan-masyarakat-muslim/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close