AS Yakin Akan Tambah Pasukan Besar di Afghanistan

KIBLAT.NET, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberi wewenang kepada Sekretaris Pertahanan Jim Mattis untuk menetapkan tingkat kekuatan pasukan di Afghanistan. Demikian dilaporkan Reuters mengutip pernyataan seorang pejabat AS pada Selasa (13/06).

Pejabat yang tak disebut namanya itu, mengatakan bahwa belum ada keputusan segera mengenai tingkat pasukan yang saat ini mencapai sekitar 8.400 personil. Namun, wewenang baru tersebut memudahkan para komandan AS untuk meminta tambahan pasukan di masa depan. Pentagon menolak berkomentar mengenai hal ini.

Keputusan pemberian wewenang tersebut serupa dengan pengumuman pada bulan April terkait peningkatan pasukan AS di Iraq dan Suriah. Saat itu Mattis memperingatkan Kongres bahwa pasukan Afghanistan yang didukung AS tidak mampu mengalahkan Taliban selama lebih dari 15 tahun perang.

“Kami tidak menang di Afghanistan sekarang,” kata Mattis kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat sebelumnya pada hari Selasa. “Dan kami akan memperbaikinya sesegera mungkin,” imbuhnya. Mattis mengatakan bahwa Taliban mengalami peningkatan saat ini, sesuatu yang dia katakan ingin dihadapi.

Seorang mantan pejabat AS mengatakan bahwa keputusan semacam itu memungkinkan Gedung Putih membantah tidak melakukan tindakan micromanaging (mengatur bawahan secara berlebihan,red) seperti halnya kebijakan mantan Presiden Barack Obama yang kadang-kadang dituduh melakukannya. Kritikus mengatakan bahwa memberikan terlalu banyak wewenang kepada militer tidak melindungi Trump dari tanggung jawab politik karena mundurnya tingkat keberhasilan perang.

Sudah empat bulan sejak Jenderal Angkatan Darat John Nicholson, yang memimpin pasukan AS dan koalisi internasional di Afghanistan, mengatakan bahwa pihaknya memerlukan “beberapa ribu” pasukan tambahan yang sebagiannya memungkinkan untuk diambil dari sekutu AS.

Mantan pejabat AS mengatakan bahwa diskusi berkisar pada penambahan 3.000 sampai 5.000 tentara. Pasukan tersebut diperkirakan sebagian besar terdiri dari pelatih untuk mendukung pasukan Afghanistan, serta awak pesawat udara. Diskusi termasuk memberi lebih banyak wewenang kepada pasukan di lapangan dan untuk melakukan tindakan yang lebih agresif terhadap pejuang Taliban.

Beberapa pejabat AS telah mempertanyakan manfaat pengiriman lebih banyak tentara ke Afghanistan karena jumlah belum tentu akan mengubah arus, apalagi menciptakan stabilitas dan keamanan. Sampai saat ini, lebih dari 2.300 orang Amerika telah terbunuh dan lebih dari 17.000 terluka sejak perang dimulai pada tahun 2001.

Setiap penambahan beberapa ribu personil tidak akan melampaui puncak pengiriman pasukan di Afghanistan 2011 yang mencapai lebih dari 100.000 personil.

Menurut militer AS, pemerintah Afghanistan hanya dapat mengendalikan atau mempengaruhi 59,7 persen dari 407 distrik di Afghanistan pada 20 Februari, turun hampir 11 persen dari waktu yang sama tahun 2016.

Sebuah ledakan bom truk di Kabul bulan lalu menewaskan lebih dari 150 orang, menjadikannya serangan paling mematikan di ibukota Afghanistan sejak Taliban digulingkan pada 2001 oleh sebuah koalisi pimpinan NATO setelah memerintah negara tersebut selama lima tahun. Pada hari Sabtu, tiga tentara AS tewas saat seorang tentara Afghanistan menembaki mereka di Afghanistan timur.

Strategi regional AS yang lebih luas untuk Afghanistan tetap tidak jelas. Mattis berjanji pada hari Selasa untuk memberi tahu anggota parlemen mengenai sebuah strategi perang baru pada pertengahan Juli yang secara luas diperkirakan akan meminta tambahan ribuan tentara AS.

Sementara Ketua Komite Angkatan Bersenjata, Senator John McCain, menekan Mattis pada situasi yang memburuk dalam persidangan pada hari Selasa, dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kebutuhan mendesak untuk “sebuah perubahan strategi, dan peningkatan sumber daya jika kita ingin mengubah situasi sekitar.”

Wacana penambahan pasukan yang dikomandoi NATO di Afghanistan telah lama mengemuka dan belum ada kepastian tentangnya. Dalam beberapa bulan terakhir, Taliban diakui juga mengalami kemajuan yang signifikan. Apakah wacana tersebut sebagai bentuk kekhawatiran mendalam dominasi AS di Afghanistan? Hal itu akan terbukti dalam peperangan berikutnya. [Ibas Fuadi/ Reuters]

The post AS Yakin Akan Tambah Pasukan Besar di Afghanistan appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/06/14/as-yakin-akan-tambah-pasukan-besar-di-afghanistan/
via IFTTT

0 Response to "AS Yakin Akan Tambah Pasukan Besar di Afghanistan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close