Anggota DPRD Tabanan yang Mangkir Akan Dicari, Wajib Ikut Tes Urine!

KONFRONTASI - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan memastikan akan melakukan tes urine bagi 40 anggota DPRD Tabanan.

Tes urine ini merupakan tindak lanjut dari kasus narkoba yang menimpa Ketua Fraksi Golkar Tabanan I Nyoman Wirama Putra di Jakarta.

Baca: Imbas Tertangkapnya Wirama, Dewan Tabanan Mangkir Akan Dicari, Wajib Ikut Tes Urine!

Baca: 69,9 Persen Tersangka Narkoba Merupakan Warga Bali

Ketua BNK Tabanan yang juga Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, tes urine ini tidak main-main.

Jika ada anggota DPRD yang tidak hadir pada saat pelaksanaan tes urine, dirinya tidak akan mentolerir.

"Tes urine wajib dilakukan. Jika ada yang absen kami akan cari, pokoknya tes urine,” kata Sanjaya saat ditemui di Kantor DPC PDIP Tabanan, Jumat (16/6/2017).

Pihaknya menganggarkan biaya Rp 6,4 juta untuk pelaksanaan tes urine bagi anggota dewan terhormat.

BNK Tabanan mendapatkan dana hibah dari Pemkab Tabanan sebesar Rp 200 juta setiap tahun.

“Biayanya kami ambil dari dana BNK yang merupakan hibah Pemkab Tabanan. Untuk setiap alat tes harganya Rp 160 ribu,” kata Sanjaya, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Tabanan

Sanjaya berencana menggelar tes urine pada minggu depan atau tepatnya Rabu (21/6/2017).

Ia sebelumnya sempat merencanakan akan melaksanakan pada Senin (19/6/2017), tapi karena ada kegiatan kunjungan kerja DPRD ke Lombok, maka rencana itu diundur.

“Pulang dari Lombok langsung tes urine. Mereka berangkat selama tiga hari sejak Minggu (18/6/2017),” jelasnya.

Yang jadi pertanyaan, kenapa waktu pelaksanaan tes urine-nya diumumkan ke publik dan tidak dilakukan secara mendadak?

Bukankah ini peluang bagi anggota dewan untuk menghindar?

Kembali Sanjaya menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir anggota dewan yang coba-coba mangkir dengan alasan apapun.

Petugas BNK akan mencari dewan yang tidak hadir untuk dilakukan tes urine.

"Sekali lagi tes urine ini wajib," tegasnya.

Sanjaya bahkan berencana setelah tes urine bagi anggota DPRD Tabanan, pihaknya akan melakukan hal serupa pada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Tabanan.

 Wirama Buka Jalan

Sebenarnya pada Mei lalu BNK Tabanan sempat berencana akan melakukan tes urine terhadap anggota DPRD Tabanan.

Rencana itu pun sudah mendapatkan persetujuan dari Ketua DPRD, I Ketut Suryadi.

Namun, seiring dengan rencananya itu, tersandunglah Wirama Putra dalam kasus narkoba.

“Saya merasa rencana tes urine kepada anggota Dewan Tabanan mendapatkan jalan (setelah penangkapan Wirama),” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Wirama bersama tunangannya berinisial LOS (19) di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017) siang.

Saat itu Wirama bersama 39 anggota DPRD Tabanan lainnya sedang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) terkait pemilu di Ibu Kota.

Di sela-sela bimtek, Wirama ternyata nyabu bareng calon istrinya di kamar hotel nomor 1916.

Penangkapan Wirama merupakan hasil pengembangan polisi terhadap bandar ekstasi berinisial NYA alias NC (28) dan LP alias OC (32).

Kedua pasangan suami istri sudah menjadi target operasi terkait kasus peredaran narkoba jenis ekstasi.

Melalui penggeledahan di rumah NYA di Jalan Mutiara VII Blok OO, Nomor 1, RT 3, RW 4, Ciputat, Tangerang Selatan, polisi telah menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,8 gram, alat hisap sabu, 2.053 butir ekstasi dan sebuah berangkas yang digunakan untuk menyimpan ekstasi.

Kepada petugas, NYA juga menunjukkan hotel tempat dirinya menginap.

Pada hotel tersebut, ternyata polisi menemukan Wirama selesai mengonsumsi sabu-sabu bersama teman wanitanya yang berasal dari Tangerang.

Diduga, NYA yang memasok sabu-sabu untuk digunakan Wirama.

Setelah dites urine, Wirama positif menggunakan amphetamine atau sabu.

Wirama dan LOS pun mengakui mereka telah mengkonsumsi sabu pada malam sebelum dia ditangkap.

Wirama dan LOS dikenakan pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35/2009. Sedang NYA dan LP dikenakan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) tentang peredaran narkoba dengan ancaman hukuman mati.

Pergantian Ketua Fraksi

Akibat terjerat kasus narkoba, Wirama terancam kehilangan kursi di DPRD Tabanan.

Politikus muda asal Banjar Dinas Bangah, Baturiti, Tabanan, ini kemungkinan akan di-PAW (pergantian antar-waktu).

Bahkan untuk sementara, posisinya sebagai Ketua Fraksi Golkar dipastikan dicopot. 

Wakil Ketua DPD Golkar Tabanan Gede Budiatmika menyebutkan, partainya akan mengajukan Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Tabanan I Made Asta Dharma sebagai pengganti Wirama.

“DPD Partai Golkar Tabanan sudah memutuskan, mengalihkan tugas Ketua Fraksi Partai Golkar Tabanan dari Nyoman Wirama Putra kepada Made Asta Dharma,” katanya saat dihubungi Jumat (16/6) petang.

Budiatmika mengatakan, pencopotan Wirama dari jabatan ketua fraksi agar bisa berkonsentrasi dalam menghadapi perkaranya.

”Kami berharap agar beliau bisa berkonsentrasi dengan musibah yang sedang dihadapi,” jelasnya.

 Penggantian ketua fraksi dilakukan agar tidak mengganggu roda organisasi dan fraksi.

Keputusan DPD Partai Golkar Tabanan ini sudah melalui konsultasi dengan DPD Partai Golkar Provinsi Bali.

Budiatmika menyebutkan, surat keputusan dirampungkan kemarin, dan rencananya akan disampaikan ke DPRD Tabanan, Senin (19/6).

 “Karena Pak Ketua (Arya Budi Giri) masih di luar negeri, yang menandatangani keputusan ini saya, selaku Wakil Ketua DPD Golkar Tabanan Bidang Organisasi dengan Sekretaris Nyoman Suarsedana,” papar politikus asal Pupuan ini.

Ditanya mengapa kursi ketua fraksi diberikan ke Asta Dharma, bukan kepada anggota Fraksi Partai Golkar lainnya, Budiatmika mengatakan keputusan ini sudah dibicarakan dari hati ke hati dengan anggota fraksi lainnya. (Juft/Trbn))

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/anggota-dprd-tabanan-yang-mangkir-akan-dicari-wajib-ikut-tes-urine
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close