72 Tahun Indonesia Merdeka, Keadaan Ekonomi Kembali Seperti Era Kolonial

KONFRONTASI -  Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai terpuruk. Kehidupan rakyat semakin susah, daya beli terus melemah dan pertumbuhan ekonomi  tidak naik signifikan, hanya disekitar 5 persen. Bahkan, timbul penilaian bahwasanya kondisi ekonomi saat ini dinilai mirip dengan kondisi ekonomi Indonesia saat dijajah oleh Belanda. Keadaan ekonomi seperti ini dinilai akibat ketidakmampuan tim ekonomi kabinet Jokowi, terutama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Terpuruknya ekonomi Indonesia itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang hanya sekitar 5 persen sungguh sangat mengkhawatirkan, padahal seharusnya 6-7 persen. Tak heran jika para pengamat ekonomi memperkirakan,  gejolak ekonomi ditahun ini tidak kalah dahsyat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mengingat ada beberapa peristiwa luar biasa di tahun 2016 yang berdampak pada kondisi ekonomi di dunia.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengkritik kinerja ekonomi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang pencapaiannya sejauh ini jauh dari target-target di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Perlambatan ekonomi selama tiga tahun terakhir dinilai sebagai buktinya. 

"Laporan pemerintah Indonesia memang hebat, nomor tiga di dunia, tetapi dibandingkan dengan RPJMN justru semakin kacau," kata Faisal Basri di Jakarta, Senin (12/6/2017).

Hal berbeda disampaikan pengamat ekonomi Zaini Noor, dia sependapat dengan pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Bambang Brodjonegoro yang mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi ekonomi Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda.

"Ekonomi Indonesia saat ini tidak jauh beda dengan kondisi ekonomi saat kita di jajah Belanda. Mereka menjajah dengan menjarah rempah-rempah dan komoditas lainnya yang dikirim ke negaranya," ujar Bambang saat menghadiri acara paguyuban Mas TRIP di Gedung Perbanas, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Menurutnys, Indonesia sekarang kondisinya modern, tetapi jika melihat sejarah, mirip dengan keadaan saat dijajah Belanda.

Seharusnya, pernyataan Bambang tersebut mendapat perhatian serius oleh Presiden Jokowi, Menko Darmin dan Menkeu Sri Mulyani. “Terutama apa yang disebut Bambang bawa saat ini Indonesia banyak sekali diminta asing untuk mengekspor hasil tambangnya dengan menawarkan nilai tambah yang cukup menggiurkan. Tawaran-tawaran tersebut tidak terlepas dari agenda politik yang sudah tersusun rapi.

Namun, jika kondisi tersebut tidak disikapi secara bijak oleh Indonesia maka kondisi penjajahan di zaman Belanda akan dirasakan lagi saat ini.”

Out of The Box

Terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Bung Karno, Salamudin Daeng. “Sudah saatnya presiden mengganti Menko Darmin dan Menkeu Sri Mulyani. Keduanya sudah tidak mampu mengatasi persoalan yang saat ini dihadapi,” kata Salamudin.

Untuk mengatasi persoalan saat ini dan menggenjot pertumbuhan, tentu harus ada solusi out of the box. Namun Salamudin mengatakan hal itu tidak akan mampu dilakukan Sri Mulyani dan Darmin Nasution. Rakyat Frustasi Pertumbuhan ekonomi nasional harus ditingkatkan jika tidak ingin jumlah rakyat miskin terus bertambah.

Itulah sebabnya, kata Salamudin, Presiden Jokowi harus punya tim ekonomi yang pekerja keras, cerdas, dan memiliki jiwa kerakyatan atau bukan neolib.

“Menteri ekonomi itu harus kerja keras, cerdas dan bukan dari kalangan neolib. Dengan demikian para menteri itu bisa membantu Jokowi untuk menyehatkan perekonomian nasional. Menteri neolib tak akan pernah memikirkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” ujar pengamat politik Zulfikar Ahmad dihubungi, Kamis (9/2/2017).

Menurutnya, kalau Jokowi ingin meraih simpati rakyat, tentu harus menggenjot pertumbuhan 6-7 persen. Namun, banyak kalangan tidak yakin Darmin dan SMI mampu melakukannya. "Mereka tidur saja, ekonomi rakyat yang bertopang sektor konsumtif, sudah mampu mencapai pertumbuhan 5%," ungkap Salamudin. (Juft/Hanter)



from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/72-tahun-indonesia-merdeka-keadaan-ekonomi-kembali-seperti-era-kolonial
via IFTTT

0 Response to "72 Tahun Indonesia Merdeka, Keadaan Ekonomi Kembali Seperti Era Kolonial"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close