YLBHI: Kasus Intoleransi Marak Karena Lemahnya Penegak Hukum dalam Menangani

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, berpendapat bahwa penyebab terjadinya kasus-kasus intoleran di Indonesia adalah lemahnya penegak hukum dalam menangani kasus tersebut.

“Ada kelemahan penegakan hukum yang luar biasa,” ujar Asfinawati, Senin (15/05) di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat.

Salah satu kasus intoleran yang sedang marak beberapa waktu terakhir, yaitu kasus penodaan agama. Kasus Ahok sendiri merupakan ujung dari kasus-kasus penodaan agama yang telah terjadi di berbagai tempat.

Menurut survei yang dilakukan oleh Dr. Zainal Bakir, lanjut Asfinawati, kasus penodaan agama lebih banyak terjadi pada masa reformasi, bukan masa orde baru. Itu pun terjadi karena kesalahan penegakan hukum dalam menangani kasus tersebut.

“Kasus penodaan agama mulai naik pada tahun 2006,” imbuhnya.

Asfina menyampaikan bahwa sikap intoleras itu sendiri memiliki 3 unsur, yaitu diskriminasi, syiar kebencian dan yang terakhir kekerasan. Menurutnya dari ketiga unsur tersebut yang paling berbahaya adalah syiar kebencian, karena awal dari pembantaian suatu kaum berawal dari munculnya rasa benci.

“Saya ingin mengingatkan, syiar kebencian ini tidak bisa dianggap sepele karena sejarahnya ia menjadi awal dari genosida atau pembasmian suatu kelompok umat manusia,” pungkasnya.

Reporter: Usamah
Editor: M. Rudy

The post YLBHI: Kasus Intoleransi Marak Karena Lemahnya Penegak Hukum dalam Menangani appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/05/16/ylbhi-kasus-intoleransi-marak-karena-lemahnya-penegak-hukum-dalam-menangani/
via IFTTT

0 Response to "YLBHI: Kasus Intoleransi Marak Karena Lemahnya Penegak Hukum dalam Menangani"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas