» » » » Sudah Saatnya Para Penegak Hukum Kembali ke "Jalan Benar"

Sudah Saatnya Para Penegak Hukum Kembali ke "Jalan Benar"

Penulis By on Senin, 15 Mei 2017 | No comments

KONFRONTASI -  Citra bangsa Indonesia dibawah pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla mendapatkan tantangan besar. Semuanya bersumber dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bangsa Indonesia kini oleh bangsa lain dicitrakan sebagai bangsa yang fanatik agama.

Citra tersebut terus menguat setelah Ahok kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Ditambah lagi dengan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menjatuhi Ahok dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama. Sebelum itu, citra ditujukan pada aksi umat Islam yang menuntut penegakan hukum dan keadilan bagi Ahok.

Demikian disampaikan juru bicara Presiden era Pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi, Jumat (12/5) malam. Menurutnya, kondisi ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika penegak hukum sejak awal menjalankan tugasnya dengan baik.

Adhie mengungkapkan beberapa indikasi perbuatan tindak pidana yang dilakukan Ahok dimaksud. Yang, selama itu pula aparat penegak hukum terkesan mendiamkannya. Baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri hingga Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kalau saja dari awal KPK masuk ke ranah ini dan tidak takut dengan dasar lebih mementingkan kemaslahatan bangsa dan kelangsungan NKRI, pasti tidak akan muncul penistaan agama dan kasus-kasus lainnya,” katanya.

Dugaan itu yakni dalam kasus reklamasi di Pantai Utara Jakarta, pengadaan bus TransJakarta, pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras, pembelian lahan di Cengkareng hingga triliunan rupiah dana nobudgeter dari pengembang.

Ditekankan, hampir semua kasus besar yang ditangani KPK diluar operasi tangkap tangan (OTT) berasal dari hasil audit BPK. Namun giliran audit BPK melibatkan Ahok, KPK justru menolaknya. Ahok kemudian kadung dianggap bersih karena aparat penegak hukum tidak pernah menjeratnya.

“Padahal bersih dari korupsi itu karena tidak melakukan, bukan karena tidak ditangkap. Jadi, KPK punya andil besar merusak citra bangsa di dunia internasional,” jelas Adhie.
Untuk Polri, semestinya sejak awal menegakkan hukum dalam kasus dugaan penistaan dengan baik tanpa harus menunggu aksi umat Islam hingga berjilid-jilid. Kesan yang muncul justru Polri membiarkan aksi umat Islam terus bergulir dan melindungi Ahok.

Begitu halnya kejaksaan. Kata Adhie, kejaksaan dibawah kendali HM Prasetyo tidak berani menahan Ahok selama persidangan berlangsung. Prasetyo yang merupakan eks petinggi NasDem kembali bikin blunder dengan membuat tuntutan ringan untuk Ahok.

“Ini menimbulkan kemarahan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Umat Islam khususnya, mendapati itu semua dan tergerak untuk bergerak ke Jakarta. Umat Islam bergerak karena dalam banyak kasus dugaan tindak pidana Ahok selalu lolos. Berikut beberapa tokoh nasional, dari Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan aktivis lainnya yang selanjutnya diciduk dan ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli, masih kata Adhie, jauh hari sudah mengingatkan melalui opininya di media ekonomi ternama di dunia yang terbit di New York, The Wall Street Journal. Rizal membaca fenomena muslim Indonesia dicitrakan tidak toleran.

Ia menulis orang luar hanya tahu Ahok memiliki posisi sulit sebagai politisi dengan etnis Cina dan beragama Kristen, memimpin Ibu Kota di negara yang mayoritas penduduknya muslim.

Mereka tidak melihat gaya kepemimpinan Ahok di tengah mayoritas warga yang sebenarnya moderat di Tanah Air, tidak tahu Ahok pelanggar HAM dan terindikasi korupsi.

Kini, semuanya sudah terjadi dan tidak ada jalan lain bagi aparat penegak hukum untuk mengembalikan fitrah dengan sebaiknya. Yakni berjalan di rel yang lurus dan benar. KPK disebutkan Adhie sudah saatnya ‘kembali’ ke Balaikota DKI Jakarta.

“Saatnya bagi KPK masuk ke korupsi di Balaikota yang melibatkan Ahok, agar masyarakat terbuka bahwa orang ini bukan orang bersih. Upaya penokohan seseorang dengan upaya manipulatif dan rekayasa harus sudah dihentikan,” pungkas Adhie.(Juft/Aktual)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/sudah-saatnya-para-penegak-hukum-kembali-ke-jalan-benar
via IFTTT
Baca Juga Berita/Artikel Terkait

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas