Stop Uber-uber Habib Rizieq

Oleh: Muslim Arbi
(Front Perjuangan Muslimin Indonesia)

Presiden Joko Widodo harus perintahkan Kapolri untuk hentikan lakukan upaya menjadikan Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai target operasi. Karena, jika itu tidak di lakukan oleh Prrsiden, maka Publik akan anggap Presiden gunakan Polri untuk uber2 Habib. Ini adalah tindakan tidak baik dan tidak terpuji.

Terlihat dengan gamblang dan kasat mata, ada sebuah rekayasa untuk mengkriminalisasi terhadap para Ulama dan Aktifis pejuang kebenaran dan keadilan. Sebut saja upaya permaluka  chat mesum yang tidak jelas kejadian dan pelaku nya di alamatkan kpd Al Mukarram Al Habib Rizieq Shihab.

Para pakar IT sdh membantah bahwa chat mesum itu palsu dan sebuah rekayasa. Bahkan Kak Emma yang di periksa Polisi juga sdh bicara saat di Polda. Kak Emma akui bahwa dia dipaksa untuk mengakui kebenaran apa yang di tuduhkan kepada Firza Husein.

Sangat aneh lagi Firza Husein di jadikan Tersangka soal chat mesum itu. Padahal saat heboh soal chat mesum semua hp Firza di sita Polisi karena tuduhan makar. Jadi sebenarnya siapa yang lakukan chat mesum itu? Tuduhan pun di alamat kan pada Anonynimous. Dan Para Anonimous pun sudah membantah lakukan itu.

Meski, ada sanggahan dari Para Pakar IT dan Anonimous, tapi Polisi bersikukuh soal kebenaran chat mesum itu. Katakan lah jika chat mesum itu benar, siapa yang di rugikan? Sedangkan keluarga HRS tidak ada pernah laporkan kepada Polisi soal tuduhan fitnah chat mesum? Lalu Polisi proses chat mesum berdasarkan apa? kalau pun chat mesum itu benar adanya, toh tidak ada yang di korbankan bukan?

Pertanyaan sekarang kepada pihak kepolisian, apakah sebuah chat mesum itu begitu sangat berbahay semacam, aksi kudeta, makar, teroris dan pengkhianatan kepada negara seperti membocorkan rahasia negara, atau semacam gerakan separatis yang mengakibatkan pecah nya NKRI, sehingga Pihak Kepolisian nguber2 dan ngudak2 samapi ke Luar Negeri sekali pun?

Justru, semakin getol dan gencar nya pihak kepolisian lakukan sebuah tindakan yang tidak jelas alasan hukum nya, maka Publik anggap tindakan Polisi itu adalah sebuah rekayasa hukum dan opini terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan bisa juga Publik anggap itu atas perintah Presiden Joko Widodo, sehingga Kapolri tidak punya pilihan lain.

Perlakuan Polisi terhadap Ulama dan Tokoh yang sangat di cintai yang punya Pondok Pesantren di Megamendung Bogor, Jawa barat itu, akan mengundang kebencian dan amarah dari Umat. Polisi harus ingat di bawah Komando Habib Rizieq Shihab, Para Tokoh dan Ulama dalam Aksi Bela Islam selama ini, jutaan Umat Turun ke jalan dengan suka rela dan senang hati.

Jika Polri tetap paksakan kriminalisasi Habib Rizieq dan Ulama lain, karena takut pada Prrsiden Joko Widodo, maka sama saja yang terjadi adalah kegaduhan yang sengaja di ciptakan.

Publik anggap rekayasa chat mesum ini sengaja di produksi Istana dan Polisi sebagai eksekutor nya. Sehingga keonaran negeri ini memang lahir dari rahim rezim ini.

Oleh karena nya, agar publik tidak semakin dalam presepsikan kasus chat mesum yang tidak jelas yang di alamatkan kepada Habib Rizieq itu, Presiden harus perintahkan Kapolri untuk hentikan pengusutan nya. Dan memulihkan nama baik Sang Habib.

Jika Presiden Joko Widodo tidak lakukan itu, publik anggap agenda kriminalisasi dan pembusukan Ulama dan Tokoh2 Kritis memang sengaja di lakukan. Apa nama Rezim yang musuhi Ulama dan Umat? Wallahu'alam.

Surabaya, 19 Mei 2017.(J****

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/stop-uber-uber-habib-rizieq
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close