Rini Soemarno Terus Bebani Jokowi. Mau Kemana Jokowi dan Rini?

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), Hendrik Sirait, mengatakan keberadaan Menteri BUMN Rini Soemarno menjadi beban bagi pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Tidak ada jalan lain bagi pemerintahan saat ini apabila ingin melaksanakan program besar Nawa Cita selain merombaknya.

“Menurut saya Rini Soemarno yang paling layak di-reshuffle. Karena dia menjadi beban di kabinet pemerintahan Jokowi,” kata Hendrik belum lama ini.

Kinerja Kementerian BUMN, dinilainya biasa-biasa saja. Menteri Rini juga selama ini turut menghambat secara politik pola komunikasi pemerintah dengan DPR RI. Penolakan terhadap berbagai kebijakan Kementerian BUMN ditindaklanjuti dengan penolakan parlemen melakukan rapat kerja dengan Menteri Rini. DPR hingga kini masih konsistem menolaknya.

Meski menyarankan perombakan Kabinet Kerja mencopot Menteri Rini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penggunaan hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Almisbath siap menerima apapun keputusan yang akan diambil mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Apapun keputusan Presiden, sebagai kelompok pendukungnya Almisbat tetap menerima dan konsisten mendukung apapun keputusan Presiden Jokowi menyangkut rencana reshuffle ini,” demikian Hendrik.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono meminta kepada Presiden Jokowi mengganti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Pergantian ini perlu dilakukan agar hubungan komunikasi antara pemerintah dan DPR semakin kuat.

“Jika Rini Soemarno dipertahankan akan membawa beban politik dan sosial bagi Jokowi dalam membangun hubungan yang kuat dengan DPR,” Arief dalam keterangan persnya yang diterima awak media, Senin (28/12).

Menurutnya, mempertahankan Rini Soemarno sama saja dengan mengecewakan parlemen. Apalagi Pansus Pelindo II DPR sudah merekomendasikan agar Presiden Jokowi memecat menteri tersebut. Presiden bisa menunjuk sosok yang punya kapabilitas dan bersih sebagai penggantinya. “Jika masih dipertahankan akan banyak membawa beban politik antara DPR dan pemerintahan Jokowi,” terang dia.

Ketua Umum FSP BUMN Bersatu ini kemudian menyakini, tahun 2016 bukanlah tahun yang mudah bagi Jokowi jika keadaan atmosfir politik masih seperti tahun 2015. Hal itu tergambar dari pembahasan APBN 2016 yang sangat alot ketika membatalkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk sejumlah BUMN.(berbagaio sumber)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/rini-soemarno-terus-bebani-jokowi-mau-kemana-jokowi-dan-rini
via IFTTT

close