Rezim Jokowi Hobi Jual Aset dan Tumpuk Utang

Oleh: Salamuddin Daeng (AEPI)

Salah satu strategi pembiayaan pembangunan tertama dalam pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi adalah keuangan BUMN. Sumber keuangan BUMN sendiri disuntik oleh  APBN dan menginstruksikan BUMN mencari utang dan menjual aset aset BUMN.

Sementara saat ini utang utang BUMN sebenarnya telah berada pada level yang cukup mengkuatirkan, terutama BUMN yang berkaitan erat dengan pemenuhan hajat hidup masyarakat banyak.

Berikut gambaran utang beberapa BUMN berdasarkan laporan keuangan BUMN :

1.   Krakatau steel memilili utang sebesar 1,617 juta US dolar atau sekitar Rp. 21,829 triliun, memiliki aset sebesar 3,072 juta dolar. Krakatu steel debt to equity ratio sebesar 90,79 % kondisi keuangan yang mengkuatirkan. Di tengah proyek pembangunan infrastuktur besar besaran yang dilakukan Jokowi ternyata krakatau steel yang seharusnya menjadi penyuplai utama kebutuhan bahan baku tidak mendapat keuantungan apapun. Perusahaan ini mengalami kerugian senilai 320 juta USD atau sebesar Rp. 4,32 triliun (laporan reuter 2015).

2.   Bank mandiri memiliki utang senilai Rp. 45,08 triliun sedangkat aset 910,06 triliun Pada tahun 2015. Dengan pendapatan bersih   17.49 trilion. Namun pendapatan hanya cukup untuk bayar bunga dan cicilan utang. Jadi ketika dipaksa mendanai infrastruktur pasti bank ini akan sekarat.

Sebuah media internasional terkemuka mengatakan "Indonesia's biggest bank is hurting but its boss is all smiles Kartika Wirjoatmodjo has taken the helm at Bank Mandiri as profits slide and bad loans balloon"

3.   Bank BNI memiliki utang sebesar Rp. 49,99 triliun dengan aset Rp. 508,6 triliun, debt to equity ratio bank ini senilai 71,16 %. Pendapatan bersih 2015 sebesar Rp. 9,07 triliun. Kondisi sama keuntungan hanya untuk bayar utang.

4.   Bank Tabungan negara memiliki utang sebesar Rp. 29,89 triliun, dengan aset 171,8 triliun. dengan debt to equity ratio senilai 194%. Pendapatan bersih bank ini sebsar Rp. 1,85 triliun pada tahun 2015. Keuntungan tidak cukup untuk bayar utang. Strategi utama menerapakan bunga tinggi untuk mencekik rakyat. Bank ini tidak ada kemampuan sama sekali membiayai infrastruktur.

5.   Bank Rakyat Indonesia memiliki utang senilai Rp. 72,4 triliun, dengan aset sebesar Rp. 878 triliun. debt to eqiuty ratio sebesar 53,2 %. Pendapatan bersih perusahaan sebear Rp. 25,4 triliun pada tahun 2015. Keuangan bank banyak mengalir ke para taipan besar.

Sementara utang bank kepada lembaga keuangan global meningkat pada tahun 2016 dan ke China. Seperti diketahui, 3 bank milik negara mendapatkan pinjaman dari China Development Bank (CDB) senilai USD3 miliar atau USD1 miliar untuk masing-masing bank. (tahun 2016).

7.  Indosat pada tahun 2015 memiliki utang sebesar Rp. 27,64 triliun. sementara aset perusahaan sebesar Rp. 55,39 triliun. mengalami kerugian sebesar 1,3 triliun pada tahun 2015. Ini mengerikan, asetnya dipreteli satu persatu menjadi bancakan oligarkhi pemerintahan Jokowi.

8.  Pertamina memiliki utang senilai 8,75 miliar dolar atau sekitar Rp. Rp. 118,125 triliun, aset pertamina 2015 mencapai 45,519 miliar dolar atau senilai Rp. 614,5 triliun. namun anehnya perusahaan ini dilarang mendapatkan keuantungan tapi diperolehkan mencari utang yang besar. Ini sama dengan menjual perusahaan ini dengan diam diam. Pertamina sulit diselamatkan dari kubangan utang. Sekarang dipaksa bangun infrastruktur senilai Rp. 700 triliun dengan cara menjual aset kilang pertamina.

Besarnya utang BUMN tersebut akan semakin menghilangkan kesempatan BUMN untuk mengabdi pada kepentingan bangsa, Negara dan rakyat.

BUMN dimasa yang akan sibuk mengurusi meningkatnya kewajiban utang dan akan mendorong mereka jutru mengambil bagian untuk mencekik masyarakat dengan meningkatkan harga dari layanan public, menaikkan tarif listrik, manaikkan tarif tol, menaikkan harga BBM, dan mencekik rakyat dengan bunga tinggi.

Perintah Presiden Jokowi agar BUMN jual aset sambil menyuntikkan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) merupakan langkah pamungkas untuk menjadikan BUMN  sebagai bancakan asing, para taipan dan oligarki penguasa.*****

Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/rezim-jokowi-hobi-jual-aset-dan-tumpuk-utang
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close