Mengintip Tradisi Menghafal Qur’an di Bosnia

KIBLAT.NET – Menghafal Al-Qur’an telah menjadi tradisi lama di Bosnia dan Herzegovina. Di Bosnia, untuk mendapat ijazah hafalan Al-Qur’an, para kandidat harus bisa melafalkan hafalan seluruh Qur’an dalam waktu tidak kurang dari 15 hari, membaca minimal 2 juz dalam satu kali duduk.

Tahap pertama menghafal dimulai dengan belajar dari seorang guru. Karena hafalan Al-Qur’an sangat menuntut dan membutuhkan waktu berjam-jam dan hari untuk membaca dan merevisi, setiap siswa yang ingin sukses harus mempunyai mentor, seorang guru yang terampil. Seorang penghafal adalah orang yang telah mempelajari Al-Qur’an dengan sepenuh hati, pengetahuan dan nasehatnya mengarahkan para pengawal masa depan Al-Qur’an dan memfasilitasi proses belajar mereka.

Tahap kedua adalah mengulang hafalan (muraja’ah) setiap hari. Di Bosnia, setelah siswa selesai menghafal di depan seorang guru, dia memulai sebuah siklus murajaah menyeluruh untuk memperkuat hafalannya.

Tahap ketiga adalah tes hafalan. Kandidat harus melafalkan seluruh Qur’an di depan Komisi Hifz Komunitas Islam di Bosnia. Komisi terdiri dari tujuh ahli, semuanya adalah huffaz yang kuat. Ujian terdiri dari kandidat yang mengucapkan setiap hari minimal 2 juzz (40 halaman) dari Qur’an, menyelesaikan keseluruhan hafalan dalam 15 hari. Dalam catatan, 361 calon telah lulus ujian dalam tiga puluh tahun terakhir.

Pada tahun 2014, Ahmed Hamidović menjadi hafiz termuda Al-Qur’an di Bosnia. Ia lahir di Sarajevo enam belas tahun yang lalu. Ia menghadiri sekolah dasar “Aleksa Santic” di Sarajevo, dan saat ini menjadi murid kelas dua di Gazi Husrev-Bey Madrasa (sekolah menengah Islam) di Sarajevo. Dia tinggal bersama ayah, ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuannya.

Dengan bantuan dan dorongan ibunya, Ahmed mempelajari alfabet Arab pada usia empat setengah tahun, dan mulai menghafal pada usia lima tahun. Dia belajar sebagian besar Al-Qur’an dari ibunya.

Dia memiliki tiga guru. Muhaffiz pertamanya adalah Sabiha Hasković. Untuk setiap juzz, dia menerima ijazah dan hadiah yang sesuai. Setelah menikah dan berangkat dari Bosnia, Ahmed terus belajar dari Qari Hafiz Ammar Sadik (Abu Humejd).

Ahmed selesai menghafal Al Qur’an di tahun 2012, dan mulai bersiap untuk membaca di depan Komisi. Persiapan dan revisi memakan waktu satu setengah tahun lagi, dengan Hafiz Alija Rahman. Ia berhasil membacakan seluruh Qur’an di depan Komisi pada tahun 2014, dan menjadi hafiz termuda dari Bosnia saat itu. Dia secara teratur mengikuti lomba Al Qur’an dan telah memenangkan banyak penghargaan.

Redaktur: Salem
Sumber: Ilmfeed

The post Mengintip Tradisi Menghafal Qur’an di Bosnia appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/05/14/mengintip-tradisi-menghafal-quran-di-bosnia/
via IFTTT

close