Kongkalikong Donald Trump dengan Rusia Akan Diselidiki

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Kehakiman AS menunjuk seorang mantan kepala FBI sebagai penasihat khusus untuk memimpin penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan 2016 dan kolusi dengan tim Donald Trump.

Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein menunjuk Robert Mueller -seorang tokoh yang memiliki pamor luas yang memimpin FBI selama satu dekade setelah serangan 11 September- untuk mengambil alih penyelidikan FBI tentang “upaya pemerintah Rusia dalam mempengaruhi pemilihan presiden 2016 dan hal-hal yang terkait.”

“Berdasarkan keadaan yang unik, kepentingan umum mengharuskan saya untuk menempatkan penyelidikan ini di bawah wewenang seseorang yang melakukan tingkat independensi dari rantai komando normal,” kata Rosenstein dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (17/05).

Sebelumnya, Presiden AS diduga berusaha menghentikan penyelidikan politik tersebut setelah memberhentikan kepala FBI James Comey. Trump meminta Comey untuk membatalkan penyelidikannya terhadap seorang mantan ajudan.

Trump secara konsisten juga menolak dugaan kolusi antara tim kampanyenya dan Moskow sebagai “berita palsu”. Dalam pidatonya, ia menyebut dirinya telah diperlakukan tidak adil dibanding pemimpin AS lainnya selama masa jabatannya yang masih muda.

Mueller, nantinya akan diberi wewenang untuk melakukan penyelidikan independen dengan staf khusus yang dipilihnya. Ia tidak diharuskan untuk berkonsultasi dengan atau memberitahukan informasi kepada jaksa agung atau wakil jaksa agung selama proses penyelidikan. Ia juga berwenang untuk mengadili kejahatan yang didapat dari penyelidikan tersebut.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Al-Jazeera

The post Kongkalikong Donald Trump dengan Rusia Akan Diselidiki appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/05/18/kongkalikong-donald-trump-dengan-rusia-akan-diselidiki/
via IFTTT

0 Response to "Kongkalikong Donald Trump dengan Rusia Akan Diselidiki"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close