Kecaman Dari Lembaga & Tokoh Negara, Sulut Dibuat Malu Oleh Aksi Penolakan Fahri Hamzah

Ini Catatan  Sisi Lain Dari Penolakan Fahri Hamzah di Manado -

 

Tak butuh waktu lama untuk merangkum banyak kecaman dari berbagai lembaga negara, partai politik dan tokoh ormas kepemudaan atas kelakuan intoleran yang ditunjukkan oleh anggota ormas penghadang Fahri Hamzah di Manado (13/5).

Dari kompilasi kesalahan yang dilakukan para pendemo dan penghadang kedatangan Fahri Hamzah, beberapa hal yang dilakukan mereka memang fatal. Pertama, demonstran sudah difasilitasi Gubernur tapi tidak digubris, malah berencana mengusir paksa pejabat tinggi negara. Kedua, masuk ke obyek vital Bandara, selain melanggar Undang-Undang juga menebarkan teror ketakutan dan keselamatan penumpang dan pesawat.

Ketiga, melawan petugas bandara dan kepolisian. Kelalaian yang mencoreng nama baik Indonesia. Keempat, membawa senjata tajam yang terhunus serta mengeluarkan kata-kata dengan ancaman kekerasan dan teror. Kelima, telah merusak berbagai fasilitas negara. Dan terakhir, telah memaksa petugas bandara kalah, polisi dan aparat keamanan kalah. Hukum dan aturan kalah oleh keberingasan.

Beberapa anggota DPR RI menyatakan prihatin dan miris atas kelakuan alpa adab para pendemo. Bahkan lembaga negara tersebut menyatakan bahwa aksi penghadangan Fahri Hamzah yang notabene Wakil Ketua DPR RI tersebut, melanggar Undang-Undang. Sementara Menteri Perhubungan menyatakan prihatin dan akan mengevaluasi pengamanan bandara.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU), mengecam penghadangan Fahri Hamzah. Desmon Mahesa, politisi dari GERINDRA bilang, penolakan terhadap Fahri Hamzah bisa berujung konflik horisontal antar suku dan kelompok. Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban menyatakan kelakuan para penghadang sebagai kelakuan yang parah.

Sementara Masinton Pasaribu dari PDIP bilang dengan nada marah seperti ini; "Keprihatinan saya bukan karena suku dan agama Fahri Hamzah yang berbeda dengan saya, bukan itu. Miris dan prihatinnya saya kenapa ada penolakan terhadap sesama anak bangsa di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini".

Sementara itu, Ketua Pemuda NTB di Jakarta mengatakan, kelakuan mereka yang menghadang dan membawa senjata tajam serta merusak fasilitas publik bukanlah ciri Pancasilais. Justru itu ciri kelompok intoleran. Keluarga Alumni KAMMI menyesalkan peristiwa Manado, dan menyatakan bahwa sikap ormas-ormas penghadang Fahri Hamzah telah merobek semangat persatuan diantara anak bangsa di Indonesia.

DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan tegas mengambil sikap bahwa penyerangan membabi buta massa ormas kepada rombongan Fahri Hamzah hingga merangsek masuk ke dalam Bandara dan menimbulkan kerusakan beberapa kaca dan pintu merupakan tindakan anarkisme dan melawan hukum yang harus diusut. Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mendesak aparat keamanan untuk segera menangkap otak dibalik penghasutan massa yang menolak kedatangan Fahri Hamzah.

Muhammad Said Didu (Mantan Sekretaris Kementerian BUMN) memention Jokowi dan JK dan memberi peringatan bahwa ini adalah situasi serius. Ketua Pemuda Muhammadiyah juga keras sikapnya. Ia katakan, bahwa upaya penghadangan nan anarkis ini merupakan penghinaan pada demokrasi dan itu adalah aksi antitoleransi.

Yang jelas, semua tokoh dan organisasi nasional bersuara keras. Rata-rata sikapnya sama; menyatakan betapa memalukannya aksi penghadangan yang dilakukan ormas di Manado pada Fahri Hamzah. Mereka mencoreng nama Sulawesi Utara yang toleran. Juga mencoreng nama baik dan wisata Indonesia.

Menurut saya, dengan berbagai macam kecaman yang dikeluarkan oleh tokoh dan ormas secara nasioanl, maka dimata publik, Jokowi dan jajaran Polri serta Kementerian Perhubunhan kita anggap gagal menjaga kebhinekaan dan toleransi yang sudah lama hadir di bangsa ini.

Dan saya perhatikan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw justru seperti menjadi korban dari keberingasan aksi penolakan. Mereka berdua bersabar karena menanggung beban sebagai pemimpin yang peristiwa ditempatnya dikecam oleh berbagai kalangan.

Padahal, malam sebelumnya Gubernur sudah mewanti-wanti untuk tak usah aksi. Pada saat orasi di depan massa di Bandara, Gubernur sudah meminta warga untuk tetap tenang. Kata Gubernur, sejak dulu Sulut dikenal sebagai daerah yang menjunjung toleransi. Bisa berdamai dengan perbedaan. Gubernur juga mengajak semua yang aksi untuk tetap menjaga keamanan dan perdamaian.

Dalam dua hari ini, banyak warga di Manado yang sudah memberi kesaksian bahwa sebagian besar peserta aksi hanya terbawa histeria informasi di sosial media dan ikut-ikutan saja. Mereka banyak yang tidak tahu isi dan kesesuaian tuntutan. Ada anggota ormas di Sulut yang ikut aksi Penolakan Fahri Hamzah yang juga sudah mengirim pesan diam-diam; menyesal dan meminta maaf. Saya jawab, santai saja.

Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Kejadian memalukan ini mungkin akan dikenang cukup lama. Semoga kita bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya berpikir jauh kedepan sebelum melakukan apapun. Tidak gampang terprovokasi oleh berita simpang siur yang tak jelas kebenarannya. Semoga kita semua semakin dewasa dan bijaksana. Berbeda-beda tapi tetap satu dan kita harus mampu menghargai perbedaan diantara kita.

Jakarta, 14 Mei 2017***

Category: 


from Tokoh http://www.konfrontasi.com/content/tokoh/kecaman-dari-lembaga-tokoh-negara-sulut-dibuat-malu-oleh-aksi-penolakan-fahri-hamzah
via IFTTT

0 Response to "Kecaman Dari Lembaga & Tokoh Negara, Sulut Dibuat Malu Oleh Aksi Penolakan Fahri Hamzah"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas