Insiden Meledaknya Meriam TNI, Jangan Beli Lagi Alutsista Buatan Cina, Sebut Geprindo

KONFRONTASI - Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) meminta TNI untuk tidak lagi membeli alutsista buatan Cina. Hal ini terkait insiden kecelakaan latihan di Natuna, Kepri, Rabu (17/5) kemarin. Dalam insiden tersebut 4 prajurit TNI AD tewas dan sejumlah personel lainnya luka-luka.

Terkait insieden itu, Geprindo menilai perlu dilakukan evaluasi alutsista TNI/Polri guna meminimalisir kecelakaan yang diakibat oleh peralatan.

“Selama 2016, ada 6 kali kecelakaan pernah menimpa TNI/Polri saat latihan, insiden kecelakaan karena alutsista hendaknya dapat dicegah,” kata Presiden Geprindo Bastian P Simanjuntak, melalui rilisnya, Kamis (18/5).

Bastian menilai, TNI hendaknya mengevaluasi pembelian alutsista yang secara usia sudah tidak layak pakai terutama produk dari Cina.

“Kita semua tahu bagaimana kualitas produk Cina, kita berharap TNI tidak lagi membeli atau menggunakan alutsista buatan Cina,” tuturnya.

GEPRINDO tak ingin patriot-pariot bangsa menjadi korban kecelakaan dari alutsista yang tak berkualitas, seperti alutsista buatan Cina, beda kasus bila kecelakaan diakibatkan human error, namun yang terjadi di Natuna lebih karena tidak berfungsinya peralatan sebagaimana harusnya, demikian dikatakan Bastian.

Dalam kesempatan yang sama, Geprindo, lanjut Bastian, menyampaikan rasa duka yang mendalam terhadap insiden tersebut.

“GEPRINDO berharap keluarga yang ditinggal oleh ke-4 patriot bangsa itu dapat sabar serta tabah,” pungkasnya.(Juft/Swamedium)

Category: 


from Tokoh http://www.konfrontasi.com/content/tokoh/insiden-meledaknya-meriam-tni-jangan-beli-lagi-alutsista-buatan-cina-sebut-geprindo
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close