Apa Arti Ber-Pancasila Kalau Hanya Sebatas Slogan?

Oleh: Musa Asyari

 

Hari ini adalah hari kebangkitan dan sudahkah kita bangkit mengamalkan Pancasila? Apa arti ber-Pancasila kalau hanya sebatas slogan?

Saat ini banyak orang meneriakkan Pancasila untuk mengatasi disintegrasi bangsa, bahkan pihak-pihak tertentu dianggap anti Pancasila, anti NKRI dan harus dibubarkan. Seakan-akan Pancasila hanya diperlukan ketika bangsa dirundung perpecahan dan konflik kekerasan yang dapat mendegradasikan persatuan bangsa.

Pembangunan ekonomi yang dijalankan negara selama ini, telah membuat kesenjangan makin tajam, dan pada hakikatnya bertentangan dengan keadilan sosial dalam Pancasila. Kehidupan politik kerakyatan di negeri ini seharusnya dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan bukan uang dan money politics. Korupsi, saling menghujat, fanatisme kesukuan dan kewilayahan yang sempit dan konflik kekerasan yang meluas pada hakikatnya sangat berlawanan dengan keTuhanan, perikemanusiaan yang berkeadilan dan berkeadaban, dan dapat menghancurkan persatuan nasional.  

Jika negara tidak menjalankan Pancasila dengan konsisten, bagaimana warganya dituntut untuk mengamalkannya? Negara harus memulainya dengan kebijaksanaan dan tindakan nyata dalam ber-Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baru rakyat mengikutinya.

Kita setuju Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara. Hanya saja, janganlah rakyat dituntut mengamalkan Pancasila tetapi negaranya tidak. Ini akan menorehkan luka yang dalam pada rakyatnya sendiri. (dikutip dari status fb-nya)***

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/apa-arti-ber-pancasila-kalau-hanya-sebatas-slogan
via IFTTT

0 Response to "Apa Arti Ber-Pancasila Kalau Hanya Sebatas Slogan?"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close