» » » Amien Rais Tantang Luhut, Adu Data Dampak Buruk Reklamasi Pantai Jakarta

Amien Rais Tantang Luhut, Adu Data Dampak Buruk Reklamasi Pantai Jakarta

Penulis By on Rabu, 17 Mei 2017 | No comments

JAKARTA (Panjimas.com) – Rencana Menko Kearitiman, Luhut BP yang tetap ngotot dan bersikeras meneruskan proyek reklamasi pantai Jakarta mendapat tantangan serius dari banyak kalangan masyarakat Indonesia.

Salah satunya dari Tokoh Nasional, Amien Rais. Pak Amien mengatakan agar Luhut berhenti dari kegiatan membela kepentingan asing yang tidak bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak, khususnya para nelayan dan penduduk yang tinggal disekitar teluk Jakarta.

Dalam seminar dan diskusi “Stop Reklamasi Teluk Jakarta” yang diadakan di Gedung Nusantra, DPR Senayan.Jakarta (16/5/2017), secara tegas bahkan Ketua Dewan Kehormatan PAN ini akan menantang Luhut untuk adu data dan fakta soal reklamasi yang menurut Amin, akan berdampak buruk bagi kesejahteraan warga Jakarta, jika proyek ini tetap dilaksanakan.

“Kalau memang Pak Luhut itu punya data yang banyak tentang manfaat dilakukannya reklamasi, mari kita adu dan diskusikan bersama. Bila data yang dimiliki pak Luhut itu kuat dan aktual, bahwa reklamasi itu akan mencegah banjir maka kita ikuti bersama. Namun jika data yang kami mililiki lebih shaih dan benar, maka Pak Luhut harus hentikan proyek itu,” tegas Amien.

Tokoh Bangsa ini juga menyampaikan, bahwa saat ini China sangat ingin sekali menguasai seluruh dunia dengan berbagai cengkramannya, baik yang dialakukan melalui ekonomi maupun dengan cara-cara militer.

“Sejak berapa tahun lalu, China sudah menguasai Jalur Sutera dan perdagangan laut. Dari laut China Selatan terus hingga Rotterdam di Belanda. Jalur jalur itu membentang meliputi 45 negara dan sebanyak 4,2 milyar orang di negara negara itu,” ujar Amien Rais. (edys)



from Panjimas http://www.panjimas.com/news/2017/05/17/amien-rais-tantang-luhut-adu-data-dampak-buruk-reklamasi-pantai-jakarta/
via IFTTT
Baca Juga Berita/Artikel Terkait

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas