Advokat GNPF-MUI Tegaskan Pasal Penodaan Agama Harus Tetap Ada

KIBLAT.NET, Jakarta— Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution menegaskan bahwa pasal penodaan agama harus tetap ada. Menurutnya, pasal tersebut sudah sejalan dengan konstitusi di Indonesia.

“Pasal penodaan agama harus tetap ada karena seiring dan sejalan dengan konstitusi di Indonesia bahkan sebagai salah satu implementasi perlindungan HAM,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (18/05).

“Dimana setiap orang yang beragama harus dilindungi dari anasir-anasir terhadap penodaan agama yang dianutnya,” sambungnya

Ia juga mengatakan bahwa jika pasal penodaan agama dihapus, akan membuat kegaduhan antar pemeluk, bebas untuk merendahkan agama lainya. Sehingga akan melemahkan ketahanan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Agama di Indonesia ada isu yang sangat sensitif bahkan hal yang utama. Jadi salah satu Indonesia bisa bersatu karena adanya penghormatan terhadap maasing-masing agama,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, ada desakan dari massa pro Ahok untuk menghapus pasal penodaan agama. Permintaan tersebut dituangkan ke dalam bentuk petisi dari laman change.org dengan judul: “Presiden Jokowi, Hapuskan Pasal 156a tentang Penodaan Agama dari Revisi KUHP”.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

The post Advokat GNPF-MUI Tegaskan Pasal Penodaan Agama Harus Tetap Ada appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/05/18/advokat-gnpf-mui-tegaskan-pasal-penodaan-agama-harus-tetap-ada/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close