Utang Menggunung, Ekonomi Rakyat Buntung. Darmin dan Sri Mulyani kian Bingung

JAKARTA- Utang negara pada akhir Februari 2017 tercatat sebesar Rp 3.589,12 triliun. Kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, kalau dibagi-bagi, setiap kepala di Indonesia dibebani utang Rp 13 Juta. Waduh. Negara yang ngutang kok rakyatnya yang nanggung. Hal ini diungkapkan Menteri Ani saat mengisi kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Menteri Ani mengungkapkan, saat ini Indonesia masih mencatatkan defisit anggaran dalam neraca keuangan beberapa tahun terakhir. Tahun ini saja, penerimaan negara yang ditargetkan mencapai Rp 1.750 triliun lebih kecil ketimbang pagu anggaran belanja pemerintah sebesar Rp 2.020 triliun. Mau tidak mau harus berutang Rp 270 triliun untuk menutupi defisit itu. Ini terjadi setiap tahun.

Keuangan negara sudah berdarah-darah untuk bangun infrastruktur dan program lainnya. Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  yang sudah mandul dan minus terobosan memang sebaiknya mundur. Tentu bukan semata  ketidakbecusan Jokowi dalam memajukan perekonomian Indonesia.

"Kalau menurut saya lebih baik Darmin dan Sri Mulyani mundur saja dari pada nama besarnya sebagai ekonom terbaik hancur gara-gara Indonesia krisis moneter," jelas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra,  Arief Poyuono, (Jumat, 10/2).

Melihat rekam jejak Sri (dan juga Menko Perekonoimian Darmin Nasution), tampak jelas mereka sudah teramat lama terjebak pada school of textbook thinking. Apa-apa yang tidak diterima dari sekolahan (Barkeley dan para gengnya), pasti bakal ditolak. Mereka adalah para pejuang dan penganut mazhab neolib yang gigih dan pantang menyerah! Karenanya tidak ada terobosan kebijakan yang mereka hasilkan, yang mampu mem-booster pertumbuhan ekonomi.

Dengan rasio utang Indonesia yang saat ini 27 persen dari Gross Domestic Product (GDP) sekitar Rp 13.000 triliun, menurut Menkeu, maka per kepala penduduk di Indonesia saat ini memiliki utang 997 dollar AS. Jika dikalikan dengan kurs 1 dolar = Rp 13.000, maka akan ketemu jumlah sekitar Rp 13 juta. "Kira-kira utang kita 997 dollar AS per kepala," ungkap Menteri Ani.

Sejauh ini utang Menggunung, ekonomi rakyat Buntung. Darmin dan Sri Mulyani kian bingung.

Meski demikian, saat ini jumlah utang Indonesia masih dalam kategori wajar. Jika dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang. Di Amerika, masing-masing kepala nanggung utang 62.000 dollar AS, sementara di Jepang 85.000 dollar AS per kepala.

Ditegaskan Menkeu, utang negara Indonesia tak akan memberatkan penduduk. Apalagi saat ini dari 260 juta penduduk, 40 persennya adalah usia muda dan produktif. Selain itu, pemerintah juga terus berusaha menekan jumlah utang Indonesia agar tak terlampau tinggi. Yakni dengan mengoptimalkan dan peningkatan penerimaan pajak.

Menurut Menteri Ani, soal kebijakan utang mendapat kritik. Termasuk oleh mahasiswa lewat demonstrasi. Mestinya, sebagai mahasiswa, mampu menyerap informasi sesuai konteks. Malahan, Menteu Ani menantang berdebat jika ada mahasiswa STAN yang keberatan masalah. "Mahasiswa STAN ada yang ikut demo anti utang enggak? Kalau ada, tolong tunjukan tangan. Tapi kalau anda enggak suka utang karena anda concern tahu persis dan bisa menjelaskan, saya mau mendengar apa keberatan anda."

Netizen geram mendengar pidato Menteri Ani. Di Twitter, akun @mata_indigo kaget. "Guw punya utang Rp 13 juta? Emang negara pernah ngasih gue duit segede gitu? Makan gue di warung negara tau-tau tagihan Rp 13 juta?" tanyanya disambut sindiran @KingsDjalu. "Giliran utang ditanggung semua warga negara, giliran untung yang nanggung pejabat negara."

Tweeps @fatur_elbant menimpali. "Utang negara apa utang pejabat negara. Gue sebagai rakyat ga terima!" Netizen @Iswadinda1 juga emoh kalau harus bayar. "Males banget, rumah aje masih numpang ama ortu, suruh bayar Rp 13 juta."

Sedangkan @sudirman_tare menilai ini tidak adil. Mestinya kalau memang harus dibayar rakyat, harus dihitung kembali segala variabelnya. "Sama sekali gak adil, masa orang dipelosok menanggung beban yang sama dengan yang di kota besar. Harusnya yang menikmati langsung itu jauh lebih besar tanggungannya hehe."

 

Netizen @Sagita_ema memaklumi. Sebab utangnya juga yang menikmati rakyat lewat pembangunan infrastruktur yang massif. "Kan lagi dipake buat pembangunan berbagai fasilitas umum... Wajarlah.. Ntar kalau pembangunan sudah selesai baru tuh tinggal panen buat bayarin utang," kicaunya diamini @Didiert2. "Betul dengan segala kekurangan pertumbuhan Indonesia jauh lebih baik."

Netizen lainnya berbondong-bondong ingin bayar utangnya sekarang. Akun @trisetyarso misalnya. "Ibu Sri Mulyani yah, apakah hutangnya dapat saya lunasi sekarang?" cuit dia disambut @AstiRoosadiono. "Saya bantuin bayar deh kalo 13 juta, tapi pastikan ke depannya negara jangan ngutang lagi, bisa gak bu?"

Akun @LeinAngelia kesal dengan koruptor. "Koruptor maling uang negara lu enak beta susah. Kalau utang saya mau tidak koruptor yang bayarin," kicau dia disambut @Anggrainicuet. "Harta para koruptor se-Indonesia dengan keluarga disita buat bayar hutang bu."

Akun @septian_nurhadi punya usul lain. "Tunjangan anggota DPR aja di potong buat bayar utang." Tweeps @mansur_pasti malah berdoa. "Ya Allah tolonglah, mudahkanlah dan berilah kami jalan keluar agar Indonesia terbebas dari utang," doanya. ***

 

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/utang-menggunung-ekonomi-rakyat-buntung-darmin-dan-sri-mulyani-kian-bingung
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close