Tanpa BBM, warga Ghouta gunakan gerobak

Masyarakat yang tinggal di Timur Goutha sulit mendapat bahan bakar akibat harga BBM terus meningkat (AA)
Daerah oposisi di distrik Gouta timur, Damaskus, Suriah, mengalami kenaikan harga yang cukup besar untuk kebutuhan hidup.

Hal ini dipicu oleh pengepungan rezim dan serangan udara selama 45 hari terakhir, menurut warga setempat.

Harga makanan meningkat 10 kali lipat sementara harga BBM naik 8 kali lipat.

Ghouta Timur dikepung oleh pasukan rezim Basyar al-Assad selama empat tahun. Wilayah ini juga menjadi salah satu distrik yang kerap terkena serangan berat dari militer rezim.

Sekitar 500.000 orang diperkirakan masih menetap di Ghouta Timur.

Mereka berusaha memenuhi kebutuhan dengan penyelundupan menggunakan terowongan bawah tanah di sekitar lingkungan Qaboun, timur laut Damaskus.

Beberapa pedagang di daerah yang relatif tenang bisa menjual barang dengan aman setelah membuat "kesepakatan" dengan pasukan rezim.

Namun, akses ke daerah itu menjadi lebih sulit karena rezim meningkatkan intensitas serangan.

Persediaan tepung menurun sehingga harga meningkat.

Roti kini sulit didapat. Warga mencoba mengatasi masalah dengan berbagi tepung pada pemilik pabrik yang mampu menghasilkan lebih banyak roti.

"Harga sayuran meningkat tajam, orang lebih memilih sayuran yang murah. Harga kentang dan tomat meningkat sekitar 10 kali lipat", ujar seorang warga, Galib Mohammad, dari kota Douma, Ghouta timur.

Penduduk lain, penjual bahan bakar bernama Abdulhamid Mustafa mengeluhkan harga yang terus meningkat membuat orang sulit menggunakan kendaraan.

"Hampir tidak ada mobil di jalan-jalan, orang lebih memilih kuda atau gerobak dorong", tambahnya.

Sair Misal, pemiliki toko kelontong, menyebut kenaikan harga BBM memiliki efek buruk pada barang lainnya.

"Pabrik roti beroperasi dengan bahan bakar ... tapi sekarang kita tidak bisa menemukan apapun", katanya.

"Harga listrik juga meningkat tajam, situasi menjadi tak tertahankan", tambahnya.

Semir al-Sami, warga di Saqba, mengaku terakhir kali ia bisa memberi makan keluarga adalah sekitar 45 hari yang lalu.

"Gaji saya 15.000 pound Suriah ($70), dan itu hanya bertahan selama empat hari untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anak", katanya. (Anadolu Agency)

from Risalah TV http://www.risalah.tv/2017/04/tanpa-bbm-warga-ghouta-gunakan-gerobak.html
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close