Saudi Tolak Tawaran 40.000 Tentara Mesir untuk Perang Yaman

KIBLAT.NET, Riyadh – Penasehat Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Ahmed Asiri menolak tawaran Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk mengirim 40.000 pasukan darat Mesir ke Yaman dalam melawan pemberontak Hutsi.

Penolakan Asiri lantaran Arab Saudi telah membangun kekuatan tentara Yaman untuk melindungi Yaman di masa depan. Sebelumnya, Riyadh juga telah berulang kali meminta Kairo untuk mengirim pasukan darat ke Yaman. Namun, permintaan itu tak kunjung dipenuhi.

“Yang Mulia Sisi menawarkan kepada Arab Saudi dan koalisi untuk mengirim pasukan darat,” kata Asiri kepada Al Arabiya. “Perencanaan di Yaman adalah tidak mengerahkan pasukan non-Yaman di tanah Yaman,” tambahnya.

Juru bicara koalisi Saudi itu menambahkan bahwa militer Mesir telah mengambil bagian dengan pasukan angkatan laut dan udara, tetapi pada saat ini kami berbicara tentang 30 sampai 40 ribu pasukan darat.

Namun, pernyataan berbeda diungkapkan seorang pejabat Mesir yang tidak disebutkan namanya. Kepada media lokal ia mengatakan bahwa Mesir tidak pernah menawarkan untuk mengirim pasukan darat ke Yaman.

“Arab Saudi telah meminta Mesir untuk mengirim pasukan darat, tapi kami mengatakan tidak ada yang pasti untuk hal ini. Ini adalah salah satu alasan utama untuk memicu sengketa baru-baru ini antara kedua negara,” kata pejabat itu.

Sisi bertemu Raja Saudi Salman bulan lalu di sela-sela KTT Liga Arab di Yordania. Pertemuan itu tampaknya mencairkan ketegangan antara kedua negara selama berbulan-bulan ketegangan.

Analis politik Mohammad Ezz mengatakan bahwa pihak berwenang Mesir belum membuat pernyataan resmi terkait pengiriman pasukan itu. Mereka tidak ingin memulai ketegangan kembali dengan Arab Saudi.

“Mesir tetap diam pada sejumlah isu-isu mengenai Arab Saudi karena ingin ‘duduk di pagar’,” kata Ezz. “Jika Sisi keluar dan membantah klaim itu akan menyebabkan keributan di kerajaan dan mempengaruhi pertemuan mendatang dengan Raja. Dan jika ia menegaskan hal itu, maka memicu kemarahan publik Mesir yang menentang pengiriman pasukan ke luar negeri,” tambahnya.

Terkait Yaman, pasukan koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan serangan udara di negara itu sejak Maret 2015, untuk menghalau kemajuan pemberontak Syiah Hutsi yang menguasai ibukota Sanaa pada September 2014. Sejumlah negara yang masuk dalam koalisi adalah Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Maroko dan Sudan. Mesir juga masuk dalam koalisi tersebut.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: The New Arab

The post Saudi Tolak Tawaran 40.000 Tentara Mesir untuk Perang Yaman appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/04/19/saudi-tolak-tawaran-40-000-tentara-mesir-untuk-perang-yaman/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close