Rusia mengaku tolak senjata kimia

Raja Saudi Salman bertemu juru bicara Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko (Arab News)
Raja Salman pada Minggu (16/4) mengadakan pembicaraan dengan juru bicara Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko.

Pembicaraan seputar "hubungan antara kedua negara dan prospek kerjasama bilateral" menurut Kantor Pers Saudi (SPA).

“Selain Raja Salman, Matviyenko juga bertemu ketua Dewan Syura Sheikh Abdullah Syeikh dan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir untuk membahas berbagai isu”, ujar juru bicara Dewan Syura.

Salah satunya yaitu kerja sama dalam memerangi terorisme menjadi agenda penting yang difokuskan dalam pembicaraan Matviyenko dengan para pejabat Saudi, menurut Kantor Berita Rusia (TASS).

Kedua belah pihak menegaskan kembali kebutuhan mengadakan dialog, dan mempersempit perbedaan pandangan kedua negara pada isu-isu regional yang mempengaruhi Timur Tengah.

Matviyenko juga membahas isu-isu regional.

"Rusia tidak setuju pada penggunaan senjata kimia, tapi sebelum memberi tuduhan, penyelidikan independen harus dilaksanakan", ujarnya.

Matviyenko mengatakan, Rusia termasuk negara yang menentang penggunaan senjata kimia.

"Tapi kami percaya, sebelum menuduh siapa pun, perlu dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh organisasi khusus dengan melibatkan para ahli independen dari berbagai negara", katanya.

“Kami sudah memiliki pengalaman, bahwa alasan mengenai senjata kimia membuat koalisi Barat menginvasi Irak, dan kita tahu hasilnya", imbuhnya.

Matviyenko juga mengatakan: “Kami tidak ingin skenario semacam itu terulang, dan kami tidak ingin orang menciptakan alasan untuk menyerang negara-negara berdaulat"

“Pada saat yang sama, kita tahu bahwa organisasi teroris tertentu membuat senjata kimia dan menggunakannya dari waktu ke waktu di berbagai negara", tambahnya. (Arabnews)

from Risalah TV http://www.risalah.tv/2017/04/rusia-mengaku-tolak-senjata-kimia.html
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas