Protes Ketidakadilan, 1.000 Lebih Tahanan Palestina Mogok Makan di Penjara Israel

KIBLAT.NET, Ramallah – Sekitar 1.500 tahanan Palestina melancarkan aksi mogok makan massal pada Senin (16/04) untuk menuntut hak-hak dasar dan menjelaskan kondisi kemanusiaan mereka yang sulit di dalam penjara-penjara Israel.

Menurut Pusat Studi Tahanan Palestina, aksi ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina yang setiap tahun diperingati pada 17 April. Aksi yang dipimpin pemimpin Fatah yang dipenjara, Marwan Barghouti ini diikuti oleh tahanan dari dalam enam penjara di Israel.

“Mereka memiliki tuntutan dan akan terus ‘berpuasa’ sampai tuntutan tercapai. Para tahanan melihat kelaparan sebagai satu-satunya pintu untuk dapat mencapai hak-hak mereka,” kata Amina al-Taweel, juru bicara Pusat Studi Tahanan Palestina kepada Al Jazeera.

“Meskipun itu menjadi salah satu keputusan yang paling berbahaya dan sulit, mereka membuat pilihan ini karena kondisi (di dalam penjara) mencapai titik terendah,” imbuh al-Taweel.

Aksi protes ini diharapkan mendapat dukungan di kota-kota besar Palestina di wilayah pendudukan termasuk Ramallah, Hebron dan Nablus, sebagai solidaritas atas penderitaan para tahanan.

Rami Hamdallah, Perdana Menteri Otoritas Palestina, merilis sebuah pernyataan yang ditujukan kepada para tahanan dan orang-orang Palestina, menjelang pemogokan.

“Pada hari ini, kita diingatkan rasa sakit dari penjara, kekejaman pendudukan dan ketidakadilan sel penjara. Kita diingatkan untuk bangga atas ketabahan dan pengorbanan mereka,” katanya dalam pesan video yang direkam bersama di halaman Twitter-nya.

“Di tengah-tengah pertempuran ini, saya katakan kepada semua rakyat Palestina dan lembaga-lembaga nasional untuk menunjukkan lebih banyak solidaritas sehingga kami dapat menyampaikan pesan dari para tahanan ke seluruh dunia,” lanjutnya. “Mari kita semua mendorong agar menajdi gerakan internasional, populer dan resmi terbesar untuk mendukung para tahanan di saat yang kritis ini.”

Menurut kelompok hak asasi tahanan yang berbasis di Yerussalem, saat ini terdapat 6.500 tahanan politik Palestina yang ditahan oleh Israel, termasuk lebih dari 500 tahanan administratif.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Al-Jazeera

The post Protes Ketidakadilan, 1.000 Lebih Tahanan Palestina Mogok Makan di Penjara Israel appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/04/17/protes-ketidakadilan-1-000-lebih-tahanan-palestina-mogok-makan-di-penjara-israel/
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: