Nelayan Tak Diajak Musyawarah Pada Pembangunan Tanggul Cilincing & Reklamasi

KONFRONTASI - Pembangunan Tanggul Cilincing-Tanjung Priok disebut tidak melibatkan nelayan. Nelayan pun membantah klaim Basuki Tjahaja Purnama tentang tanggul Cilincing-Tanjung Priok nantinya akan berguna bagi nelayan.

“Ya betul, enggak pernah diajak,” ungkap nelayan asal Cilincing, Taher saat dihubungi Aktual Senin (17/4).

Taher bahkan menyatakan penanggulan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta akan semakin menambah penderitaan masyarakat nelayan karena akan menutup akses keluar masuk perahu nelayan.

Pembangunan tanggul pun dianggap tidak melihat aspek lingkungan dan penghidupan nelayan yang sudah hidup turun temurun di Teluk Jakarta. “Artinya sama saja membunuh hidup dan penghidupan nelayan secara perlahan,” bebernya.

Seperti yang diketahui, dalam debat terakhir Rabu (12/4) lalu, Ahok mengatakan akan membangun tanggul setinggi 3,8 meter sepanjang Cilincing-Tanjung Priok. Pembangunan ini dilakukan karena permukaan tanah Jakarta berada di 1,5 meter di bawah permukaan laut.

Tanggul ini nantinya dapat menjadi area tambatan perahu nelayan. Ahok juga mengklaim nelayan dapat tinggal di sekitar pinggiran tanggul.

Selain itu, ia pun buka suara terhadap pelaksanaan reklamasi Pulau N yang menurutnya penuh dengan tanda tanya. Menurut Taher, Pulau yang disebut-sebut sebagai pengembangan dari Pelabuhan Tanjung Priok ini pun sama sekali tidak pernah dibahas bersama nelayan.

“Pembangunan pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok yang masuk dalam reklamasi Pulau N inipun perlu di pertanyakan izin amdalnya karena sampai hari ini nelayan tidak pernah di ajak bicara,” bebernya.(Juft/Aktual)

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/nelayan-tak-diajak-musyawarah-pada-pembangunan-tanggul-cilincing-reklamasi
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close