Mesir Bersiap Lakukan Militerisasi Sekolah Menengah Atas

KIBLAT.NET, Kairo – Sekolah berbasis militer akan lebih bermanfaat bagi anak-anak usia 14-17 tahun di Mesir daripada sekolah berbasis kejuruan. Demikian kata ​​wakil menteri pendidikan Mesir, Ahmad El-Guweishy.

“Menambahkan pendidikan militer ke kurikulum sekolah kejuruan akan menghantarkan patriotisme dan disiplin. Tidak hanya di kalangan mahasiswa, tetapi di antara anggota staf,” kata Guweishy kepada situs El-Balad.

Terdapat 15 sekolah menengah kejuruan di Mesir yang telah diubah menjadi akademi militer. Salah satu yang paling awal diubah di Dakahlia, sebuah provinsi di utara Kairo. Para siswa dari sekolah menengah kejuruan Al Bagour membuat parade bergaya militer saat kedatangan wakil menteri pendidikan pada tahun 2015. Hal itu dirayakan secara luas oleh para pejabat untuk menjadi contoh di negara-negara lain.

Sekolah menengah kejuruan merupakan elemen penting dari pendidikan yang didanai negara. Siswa yang tidak berprestasi secara akademik pada tahap awal diberi pilihan untuk melanjutkan di salah satu dari 1.500 sekolah tinggi kejuruan di negara tersebut, di mana mereka dapat mempelajari berbagai keterampilan dan magang di tempat yang disponsori oleh pemerintah.

Dikutip dari The New Arab, Kamis (20/04), wakil menteri pendidikan ketika berkunjung di provinsi Sohag selatan juga telah melakukan pembicaraan dengan pihak militer mengenai kemungkinan untuk memulai proses militerisasi tersebut.

Untuk diketahui, siswa yang masuk sekolah menengah kejuruan yang didanai pemerintah seringkali berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu. Militerisasi kelas-kelas sosio-ekonomi yang rendah di Mesir dipandang dapat bermanfaat bagi rezim militer yang berkuasa di negara tersebut.

Setelah devaluasi Pound Mesir akhir tahun lalu, kesenjangan antara yang kaya dan miskin menjadi semakin nyata. Terlebih dengan dihapuskannya subsidi untuk barang-barang kebutuhan pokok. Kehidupan rakyat kelas bawah di Mesir pun menjadi semakin berat, hingga tak jarang timbul kericuhan karenanya.

Memperluas jangkauan militer ke pendidikan kejuruan dapat memberi kesempatan pada rezim untuk menundukkan segmen masyarakat Mesir yang berpotensi bermasalah sebelum mereka aktif secara politis atau sosial mengenai keluhan ekonomi mereka.

Kehadiran militer di sektor pendidikan Mesir bukanlah sebuah konsep baru. Pada tahun 2015, Sekolah Internasional Badr milik militer membuka pendaftaran bagi anak-anak dari elit Mesir yang mencari pendidikan bergaya Amerika atau Inggris.

Persentase ekonomi Mesir yang didominasi militer tidak diketahui secara pasti, namun beberapa ahli menempatkan angka tersebut mencapai 40 persen. Bisnis-bisnis dengan gaya militer menghasilkan pendapatan yang menjangkau setiap sektor ekonomi, bervariasi dari pengelolaan SPBU, peternakan hingga pabrik plastik.

Telah menjadi rahasia publik ketika orang-orang Mesir memberikan komentar lucu terhadap pabrik pasta oleh militer atau minimnya susu formula bayi karena desakan susu dari pabrik militer. Militer juga terlibat dalam membangun jalan dan jembatan dan juga tidak malu untuk mempublikasikannya.

Dengan lebih dari 400.000 petugas wajib militer, militer Mesir telah menjadi oligarki (kelompok kecil yang mengendalikan pemerintahan) karena aksesnya terhadap apa yang dapat digambarkan sebagai kerja paksa.

Implikasi dari totalitas kontrol rezim militer terhadap arena politik dan ekonomi di Mesir bermakna sistem komando militer telah mengakar dan dilembagakan. Tujuan yang diraih di antaranya mengurangi peluang pemberontakan terhadap negara.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: The New Arab

The post Mesir Bersiap Lakukan Militerisasi Sekolah Menengah Atas appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/04/21/mesir-bersiap-lakukan-militerisasi-sekolah-menengah-atas/
via IFTTT

0 Response to "Mesir Bersiap Lakukan Militerisasi Sekolah Menengah Atas"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas