Membangkitkan Kembali Peradaban Islam dengan Menebar Masjid di Tanah Papua

KIBLAT.NET, Fakfak- Entah berapa kilometer, tapi perjalanan dari Fakfak kota menuju kampung Patipi Pasir sekitar tiga jam. Desa Patipi Pasir terletak di Kecamatan Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak. Memang, desa ini terletak persis di bibir pantai. Desa yang damai.

Akses jalan menuju ke Patipi Pasir cukup lancar. Aspal mulus, hanya di beberapa tempat tidak beraspal. Berlumpur. Jalan yang berkelok-kelok, penuh tanjakan dan turunan. Sebelah kiri tebing, sebelah kanan jurang. Yang sebelah kanan air laut juga ada.

Semak belukar tercecer, pohon-pohon besar terlihat tak berdaya saat mobil Toyota Hilux dan ford Rangers yang membawa rombongan AFKN melintas. Di kampung umat Kristen, anjing berwarna coklat dengan badan pas-pasan berlarian sambil melihat ke arah rombongan. Dan tidak menggonggong.

Usai subuh tadi, saat suasana masih gelap rombongan Al-Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) menuju kampung Patipi Pasir. Rombongan ini dipimpin langsung oleh presiden AFKN, Ustadz Fadlan Garamatan. Rombongan ini bertujuan meletakkan batu pertama di Masjid Al-Falah di Patipi Pasir dan meninjau masjid Al-Ikhlas di Patipi Pulau serta menyerahkan 2000 sembako untuk warga Patipi Pasir dan sekitarnya.

Tipa (rebana.red) mulai dimainkan saat Ustadz Fadlan keluar dari mobil. Ia hanya mengenakan batik warna biru, sarung putih serta peci putih pula. Senyumnya nampak ketika warga mulai bersalaman dengannya. Cipika-cipiki dengan sesepuh, berpelukan. Terlihat sumringah sekali. Beliau memang bercerita sudah tiga tahun tak pulang kampung.

Puluhan orang berkulit hitam, rambut keriting, sebagian pirang sudah menunggu kedatangan Ustadz Fadlan. Anak-anak riang gembira berlarian kesana-kemari. Para muslimah Papua juga mengenakan pakaian yang wajar. Kerudung mereka menutupi kepala. Tak terlihat wanita dewasa yang tidak mengenakan hijab.

Acara ini dihadiri oleh para pejabat di Kabupaten Fakfak. Dari mulai Bupati, Dandim, Kapolres, Raja Patipi bahkan seorang Pastor. Batik biru sementara ditanggalkan Ustadz Fadlan dan berganti dengan jubah hitam. Sebab, ia mulai memberikan sambutan kepada ratusan hadirin untuk acara peletakan batu pertama.

Dai dengan nama asli Muhammad Safin Garamatan ini menjelaskan mengapa perlu membangun masjid di Patipi Pasir dan Patipi pulau. Ia mengatakan bahwa, karena dua wilayah ini menjadi pusat peradaban Islam di negeri ini yang terlupakan. Maka, AFKN ingin mengangkat kembali agar sejarah Patipi Pulau, dan Igaimanawas (Patipi Pasir.red) agar kelak dikunjungi oleh ribuan orang.

Presiden Al-Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) Ust. Fadlan Garamatan memberikan sambutan saat peletekan batu pertama Masjid Al-Falah di Patipi Pasir, Fakfak.

“Karena mereka (pengunjung.red) akan bertemu dengan orang orang yang rambutnya keriting, kulit hitam, tapi hatinya dengan Al-Quran dan masjid. Kalau mereka (warga Patipi Pulau dan Patipi Pasir.red) ke laut, ke kebun, tebang kayu, tapi mereka sadar mereka sadar bahwa mereka umat Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam,” ujarnya pada Rabu (19/04).

Maka ia mengajak seluruh umat Islam seluruh dunia bukan saja indonesia datanglah ke tempat ini. Ia menegaskan bahwa ulama di negeri ini hadir dari karya ulama sebelumnya. Oleh sebab itu, AFKN ingin membangun masjid tersebut.

“Agar kelak nanti akan menjadi pusat Islam untuk Fakfak Nuu Waar dan kelak nanti menjaga Indonesia Timur dengan Islam dan dakwah agama Islam,” ujarnya.

Usai acara peletakan batu pertama, ribuan sembako mulai dibagikan. Satu persatu nama desa sekaligus penghuninya dipanggil. Mereka berbaris rapi, menerima sembako dengan gembira. Para awak media pun mendokumentasikan momen ini. Pembagian sembako pun berlangsung hingga sore hari. Warga setempat pulang dengan menenteng plastik besar berisi kebutuhan pokok.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Membangkitkan Kembali Peradaban Islam dengan Menebar Masjid di Tanah Papua appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/04/20/membangkitkan-kembali-peradaban-islam-dengan-menebar-masjid-di-tanah-papua/
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close