Mayoritas Korban Bom di Al-Raysidin Aleppo Pengungsi Syiah dari Idlib

KIBLAT.NET, Aleppo – Korban serangan bom di kawasan di Al-Rasyidin, Aleppo pada Sabtu (15/04) mayoritas pengungsi dari dua kota Syiah di Idlib, Kufreya dan Al-Fouh.Para warga pendukung rezim Assad itu tengah menunggu dibolehkan menyeberang menuju wilayah rezim di Aleppo.

Mereka adalah bagian dari kesepakatan pertukaran warga empat kota yang ditandatangani oleh pejuang Suriah dan rezim Assad. Empat kota itu, Kufreya dan Al-Fouah (dihuni warga Syiah pro rezim) di Idlib, dan Madaya dan Zabadani di pedesaan Damaskus (dihuni oposisi). Keempat kota ini dalam kondisi diblokade oleh musuh masing-masing hampir dua tahun lebih.

Jumlah korban hingga Ahad (16/04), menurut laporan pengawas HAM, bertambah menjadi 126 orang. Lebih dari 60 di antaranya adalah anak-anak. Selain itu, sejumlah pejuang dari Hai’ah Tahrir Al-Syam dan Ahrar Al-Syam yang bertugas menjaga para pengungsi tersebut juga terbunuh akibat serangan itu.

“Jumlah korban masih dimungkinkan bertambah,” kata pengawas HAM dalam laporannya yang dilansir Reuters Arabic, Ahad.

Sebanyak 75 bis dan 20 mobil ambulan Hilal Ahmar Suriah tiba di kawasan Al-Rasyidin, Aleppo, pada Jum’at. Mereka dikawal ratusan pejuang Hai’ah Tahrir Al-Syam dan Ahrar Al-Syam, yang bertanggung jawab atas kesepakatan pertukaran itu. Rombongan ini sengaja dihentikan untuk menunggu rombongan pengungsi dari kota Zabadani tiba. Rombongan dari dua kota oposisi itu sebanyak 65 bis yang mengangkut sekitar 2.350 warga dan pejuang.

Bom dipastikan bersumber dari sebuah mobil yang dikemudikan oleh pelaku serangan bunuh diri. Namun sampai saat ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.

Di sisi lain, sejumlah saksi mata yang dilansir Al-Jazeera dan harian online Zaman Wasl menyebutkan kemungkinan besar bom tersebut dari mobil yang mengangkut bahan kebutuhan pokok. Mobil itu tiba dari wilayah kontrol rezim di Aleppo. Pejuang sengaja tidak memeriksa mobil tersebut karena yakin berisi makanan pokok untuk pengungsi Syiah tersebut.

Terkait kemungkinan aksi itu dilakukan ISIS, Al-Jazeera mengatakan bahwa kawasan itu dijaga ketat oleh para pejuang oposisi. Seluruh kendaraan yang keluar maupun masuk diperiksa dengan ketat. Sehingga sangat hampir tidak mungkin ISIS menyusup ke wilayah itu, kecuali mereka menyusup di rombongan tim logistik dan medis rezim.

Pertukaran Tahap Pertama Tetap Berjalan

Rombongan yang menjadi sasaran bom itu merupakan tahap pertama pertukaran yang disepakati oposisi dan rezim. Proses yang dimulai sejak Kamis itu memindahkan sebanyak 2.350 warga dan pejuang dari kota Zabadai ke kota Idlib, dan mengeluarkan sebanyak lima ribu warga dan milisi Syiah dari kota Kufreya dan Al-Fouh menuju wilayah rezim di Aleppo.

Wartawan Al-Jazeera, Sabtu malam, melaporkan bahwa rombongan bis yang mengangkut pengungsi dari Zabadani telah tiba di Idlib dengan selamat. Begitu juga, rombongan dari kota Al-Fouah dan Kufreya telah tiba di wilayah kontrol rezim di Aleppo.

Selain pertukaran warga, oposisi dan rezim juga menyepakati pertukaran tawanan. Di tahap awal pertukaran ini direncanakan sebanyak 1500 tahanan di penjara rezim dibebaskan dengan jaminan pembebaskan 500 tawanan di tangan pejuang.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Reuters, Al-Jazeera, Al-Modon

The post Mayoritas Korban Bom di Al-Raysidin Aleppo Pengungsi Syiah dari Idlib appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/04/17/mayoritas-korban-bom-di-al-raysidin-aleppo-pengungsi-syiah-dari-idlib/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close