Kronologi preman berbaju Banser vs umat Islam

Massa beratribut Banser dan "Ambon" bentrok dengan umat Islam
Ketua FPI DKI Buya Abdul Majid menyatakan pihaknya terlibat ribut-ribut dengan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Sebab, warga menolak adanya aktivitas yang dinilai bertendensi kampenye pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. 

Majid juga menyebut ada dua truk yang datang ke kampungnya, Kramat Lontar, membawa mie instan.

Dua truk selanjutnya membawa tenda untuk dipakai di acara kumpul-kumpul yang disebutnya tak mengantongi izin Rukun Tetangga (RT) setempat.

Masyarakat yang hadir di acara itu dikatakannya bukanlah masyarakat setempat. Mereka keluar dari acara membawa bungkusan sembako. 

Dikutip dari Detikcom, berikut pernyataan FPI DKI, Selasa (18/4/2017):

1. Mengutuk gerombolan preman yang mengatasnamakan Ansor dan Banser NU yang telah menyerang dengan brutal warga muslim Kramat Lontar yang menolak pembagian sembako dari paslon nomor 2 di hari tenang ini.

2. Mendesak kepolisian untuk menangkap para penyerang berikut para pimpinannnya serta mengusut dugaan keterlibatan dalam menggerakkan massa tersebut. 

3. Menuntut KPUD untuk mendiskualifikasi pasangan Ahok-Djarot karena melakukan pelanggaran berat di hari tenang, yakni dengan pembagian sembako dan pengerahan preman dengan seragam Ansor dan Banser untuk adu domba umat Islam.

4. Menyerukan kepada segenap masyarakat Jakarta untuk menjaga keamanan Ibu Kota serta ikut berjuang menjaga Pilkada yang jujur, aman, dan damai.

5. Menyerukan kepada laskar FPI dan jawara Betawi untuk meningkatkan pengamanan ulama dan umaro di Jakarta, hingga suasana Pilkada benar-benar kondusif. 

from Risalah TV http://www.risalah.tv/2017/04/kronologi-preman-berbaju-banser-vs-umat.html
via IFTTT


Tidak ada komentar:

Write a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas


Ke atas
close