Keponakan Papa Novanto Mangkir Dari Panggilan Sidang

KONFRONTASI -  Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi tidak memenuhi pemanggilan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keponakan Setya Novanto ini dipanggil jadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Menurut Jaksa KPK Abdul Basir, Irvan tidak memberikan keterangan atas ketidakhadirannya. "Saksi yang tidak hadir hari ini tidak memberikan konfirmasi mengenai ketidakhadiran," ujar Jaksa Abdul saat di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4).

Menurut saksi Johanes Richard Tanjaya, Irvan adalah keponakan dari Ketua DPR Setya Novanto.

Dalam persidangan, terungkap bahwa Irvan pernah berbicara kepada salah satu rekannya, Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, bahwa biaya yang akan dikeluarkan terkait proyek e-KTP sangat besar.

Menurut Johanes, ada biaya 7 persen yang disebut Irvan kepada Bobby tersebut adalah bagian untuk Setya Novanto dalam proyek pengadaan e-KTP.

Dalam surat dakwaan, PT Murakabi Sejahtera menjadi salah satu konsorsium yang mengikuti lelang proyek e-KTP.

Konsorsium Murakabi sengaja dibuat oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, sebagai pendamping lelang Konsorsium PNRI yang akan mengerjakan proyek e-KTP.

Dalam kasus e-KTP, proses persetujuan anggaran di DPR disebut dikendalikan oleh beberapa pimpinan fraksi.

Dua di antaranya adalah Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Keduanya disebut mengoordinasikan setiap pimpinan fraksi untuk menyetujui anggaran e-KTP sebesar Rp5,9 triliun.

Saat itu, perolehan kursi anggota DPR yang terbesar adalah Demokrat dan Partai Golkar.

Menurut surat dakwaan, untuk mendorong persetujuan anggaran tersebut, pihak konsorsium melalui Andi Narogong memberikan sejumlah uang kepada beberapa anggota DPR RI.(Juft/Skala)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/keponakan-papa-novanto-mangkir-dari-panggilan-sidang
via IFTTT