» » » Dakwah Tauhid dan Upaya Penegakkan Syariat Islam

Dakwah Tauhid dan Upaya Penegakkan Syariat Islam

Penulis By on Kamis, 20 April 2017 |

KIBLAT.NET – Semua sepakat bahwa aqidah adalah pondasi yang membangun amal-amal ibadah lainnya. Umat Islam tidak pernah berselisih bahwa yang menjadi seruan pertama kali dalam berdakwah adalah ajakan tauhid, yaitu mengajak umat untuk memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata. Dakwah tauhid ini juga merupakan inti dari dakwah yang diserukan oleh para nabi dan rasul. Allah ta’ala berfirman, “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl: 36)

Karena itu, dalam menyampaikan risalah islam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berpesan kepada para sahabatnya untuk menyerukan umat kepada tauhid terlebih dahulu. Setelah nilai-nilai tauhid tersebut diterima, baru kemudian diajak untuk mengamalkan ajaran Islam secara pelan-pelan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi kepada Muadz bin Jabbal sebelum mengutusnya ke Yaman.

“Sesungguhnya kamu akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Jika mereka mentaatimu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu setiap siang dan malam…” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam memahami konteks dakwah tauhid di atas, belakangan muncul sebuah fenomena dimana sebagian umat islam cenderung mengotak-ngotakkan metode dalam berdakwah. Memisahkan antara seruan tauhid dengan seruan penegakkan syariat. Seolah-olah ada kesan bahwa ada jalur pemisah antara upaya menegakkan tauhid dengan upaya menegakkan syariat.

Menurutnya, dakwah yang benar hari ini adalah cukup mengajak umat untuk memurnikan tauhid dan abai terhdap urusan-urusanlain yang menimpa umat Islam. Sementara tegaknya syariat atau khilafah yang melindungi syariat serta persatuan kaum muslimin itu akan datang dengan sendirinya. Sebuah slogan yang sering mereka serukan adalah, “Tegakkanlah Daulah Islam dalam hati kalian, niscaya daulah akan tegak di bumi kalian.”(Lihat; at-Tashfiyah wat-Tarbiyah, AlAbani, hal: 33)

Lalu benarkah demikian perjuangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendakwahkan Islam? Bagaimana sikap Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika musuh  menindas dan menyerang kaum muslimin?

Dakwah Nabi; Memurnikan Tauhid dan Memenangkan Syariat

Mengukur bagaimana tahapan dakwah yang tepat tentu tidak boleh lepas dari tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Perjalanan dakwah nabi yang penuh hikmah, diawali dengan periode Makkah selama tiga belas tahun lalu berpindah ke Madinah selama sepuluh tahun, adalah pedoman lengkap dalam mengukur prioritas dakwah yang benar.

Selama dua puluh tiga tahun Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berdakwah mengajak umatnya untuk memurnikan tauhid kepada Allah. Kesantunan dan kelembutan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengundang simpati dari banyak kalangan. Namun demikian permusuhan dari kafir Quraisy pun cukup keras. Beragam cara disusun untuk menghadang dakwah yang mulai bersinar itu. Mulai dari bentuk ancaman, intimidasi, siksaan, hingga diembargo bertahun-tahun lamanya.

Di sela-sela dakwah tauhid yang terus mengalami tekanan tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mulai mengatur sejumlah strategi agar entitas Islam tidak lenyap di tengah-tengah umat manusia. Langkah beliau tidak kaku, namun selalu dinamis sesuai dengan problematika yang sedang dihadapi.

Menanamkan prinsip tauhid hanya sebagai langkah awal sebagai dasar untuk menegakkan syariat secara kaffah. Ketika prinsip tersebut berhasil ditanamkan dalam diri para sahabat, maka beliau memerintahkan mereka untuk menyampaikan Islam secara bertahap.

Lalu ketika kondisi kaum muslimin mengalami tekanan dari kafir Quraisy, Rasulullah  perintahkan untuk bersabar, tidak melawan, hingga berhijrah untuk mencari perlindungan di tempat yang lebih aman. Diawali dengan perintah hijrah ke Negeri Habasyah hingga akhirnya berhasil menegakkan syariat di bawah Negara Islam di Madinah. Upaya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menegakkan daulah telah terbaca sejak terjadinya baiat aqabah yang kedua.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu anhu, ia bertanya: “Wahai Rasulullah, untu apa kami berbai’at kepadamu?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Kalian berbai’at kepadaku untuk selalu mau mendengar dan taat (loyal) dalam kondisi semangat (senang) maupun malas (berat), selalu memberikan nafkah dalam keadaan susah atau senang, selalu memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, selalu tegar di jalan Allah dan tidak terpengaruh dengan celaan orang yang mencela, jika aku sudah datang ke (tempat) kalian agar kalian menolongku, melindungiku dari hal-hal yang biasa kalian lakukan untuk melindungi diri kalian sendiri, istri dan anak-anak kalian. Jika hal ini kalian lakukan maka bagi kalian adalah surga’.” (HR. Imam Ahmad)

Tahapan sabar, bertahan diri dari celaan dan siksaan, hijrah, mencari perlindungan, amar ma’ruf nahi mungkar serta jihad fi sabilillah merupakan satu rangkaian utuh yang tidak bisa dipisah-pisahkan dari tuntunan dakwah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, sangat tidak tepat jika dakwah hari ini hanya terhenti pada tahap penanaman tauhid saja, tanpa ada usaha yang terencana untuk menegakkan Negara sebagai payung penerapan syariat Islam secara menyeluruh.

Sehingga seruan dakwah yang semacam ini akan melahirkan generasi yang cenderung mengabaikan problematika umat. Persoalan pemimpin yangmeninggalkan hukum Allah, kaum muslimin yang tertindas, politik yang cenderung menyudutkan umat, atau kemungkaran yang terus merajalela, tidak lagi menjadi perhatiannya. Alasannya, itu bukanlah prioritas kita saat ini. Selama urusan ibadah mahdhah—seperti shalat, puasa zakat, haji—tidak dihalang-halangi dan azan masih dibolehkan, maka biarlah persoalan itu kita serahkan kepada penguasa saja, padahal jelas-jelas penguasa abai terhadap syariat Islam.

The post Dakwah Tauhid dan Upaya Penegakkan Syariat Islam appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/04/20/dakwah-tauhid-dan-upaya-penegakkan-syariat-islam/
via IFTTT
Baca Juga Berita/Artikel Terkait