Begini Reaksi Dunia atas Hasil Referendum Turki

KIBLAT.NET, Jakarta – Hasil yang diperoleh dalam referendum Turki pada Ahad (16/04), menunjukkan bahwa 51,18% mendukung dan 48,82% menentang. Artinya, konstitusi negara akan berubah dari sistem parlementer menjadi sistem presidensial, selain pemberian wewenang kekuasaan eksekutif bagi presiden.

Para pemimpin negara Barat memberikan reaksi hati-hati dengan sejumlah kekhawatiran. Pemerintah London masih menunggu pendapat dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) yang melakukan misi pengamatan terhadap Turki. Adapun respon lain dari sejumlah negara di belahan dunia adalah sebagai berikut:

Azerbaijan

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan kepada Erdogan dalam panggilan telepon, bah hasil tersebut akan meningkatkan status Turki di panggung global. “Referendum ini niscaya akan menandai awal dari sebuah era baru dalam sejarah adik negara kita dan akan memperkuat peran dan tempat yang stabil, Turki yang kuat di panggung internasional,” ujarnya.

Qatar

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengucapkan selamat kepada Erdogan menurut kata sumber-sumber presiden Turki.
Menurut sumber-sumber diplomatik, para pemimpin dari Hungaria, Macedonia, Arab Saudi, Sudan, dan Kenya juga memberikan selamat kepada Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam panggilan telepon.

Pakistan

Presiden dan perdana menteri Pakistan mengatakan hasil referendun mencerminkan keinginan rakyat Turki untuk Turki yang lebih kuat. Mereka juga menyuarakan harapan Turki dalam 15 tahun terakhir terkait stabilitas dan kemakmuran, serta membuka jalan bagi kemajuan yang cepat dan berkelanjutan dari orang-orang Turki di masa depan.

Salah satu partai politik terbesar Pakistan, Jama’ah e ‘Islami, juga mengucapkan selamat kepada Erdogan dan orang-orang Turki dalam kemenangan bersejarah. Pemimpin partai Siraj-ul-Haq, yang juga anggota Senat, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa hasil ini menunjukkan kepercayaan rakyat Turki terhadap Partai AKP.

“Keinginan terbaik kami bersama dengan Presiden Erdogan, timnya, dan saudara-saudara di Turki,” katanya. “Saya yakin kemenangan referendum bersejarah ini akan menempa jalan ke depan menuju Turki yang kuat, bersatu, dan sejahtera.”

Iraq

Wakil Presiden Iraq Usame Nuceyfi juga mengucapkan selamat kepada Presiden Turki. “Saya senang untuk mengucapkan selamat kepada Anda dan teman bangsa Turki karena referendum yang bertujuan untuk perubahan konstitusi,” katanya kepada Erdogan

Dalam pesan telegram, Presiden Djibouti Ismail Omar Guelleh juga mengaku senang atas hasil tersebut.

Palestina

Salah satu pemimpin Hamas, Izzet Er-Resa, mengirim ucapan selamat melalui Twitter untuk Erdogan, Perdana Menteri Binali Yildirim dan pimpinan partai politik Turki. “Turki telah mengambil langkah besar dalam perjalanan pembangunan dan mencapai kesuksesan yang baru,” katanya.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) juga mengungkapkan kebahagiaannyanya atas hasil referendum. Ia mengatakan hasil itu akan berkontribusi pada stabilitas Turki dan dukungan lebih pada masalah Palestina.

Mesir

Talaat Fehmi, dari Ikhwanul Muslimin Mesir mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Turki memberi pelajaran dalam demokrasi kepada dunia, bahwa para pemimpin yang didukung oleh rakyat dapat mengatasi semua kesulitan.

Uni Eropa

Uni Eropa mendesak pemerintah Turki untuk mencari kesepakatan luas setelah kemenangan Erdogan atas perubahan konstitusi, di mana oposisi mengatakan perubahan itu membuat Turki memiliki risiko pemerintahan otoriter.

“Dalam pandangan hasil referendum dan implikasi yang luas dari amandemen konstitusi, kami juga menyerukan kepada otoritas Turki untuk mencari kemungkinan konsensus nasional luas dalam pelaksanaannya,” kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Komisaris Perluasan Uni Eropa Johannes Hahn.

Dewan Eropa

Thorbjorn Jagland, sekjen pengawas hak top Eropa, mengatakan bahwa hasil referendum yang tidak selisih jauh, kepemimpinan Turki harus mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya dengan hati-hati.

“Ini adalah yang paling penting, untuk mengamankan independensi peradilan yang sejalan dengan prinsip aturan hukum dalam Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia,” kata jagland. “Turki adalah anggota penuh dari Dewan Eropa yang siap untuk mendukung negara dalam proses ini.”

Austria

Menteri Luar Negeri Austria, Sebastian Kurz, mengatakan di Twitter bahwa hasil referendum menunjukkan bagaimana negara ini dipecah, kolaborasi dengan Uni Eropa akan menjadi lebih kompleks.

Denmark

Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke melalu Twitter mengaku heran atas pilihan referendum yang terjadi di Turki. “Aneh melihat demokrasi membatasi demokrasi. Mayoritas memiliki hak untuk memutuskan, tapi aku cukup khawatir tentang konstitusi Turki yang baru,” katanya.

NATO

Seorang pejabat NATO menyebut referendum konstitusi di Turki merupakan masalah bagi orang-orang Turki. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan ucapan selamat singkat kepada Erdogan melalui sambungan telepon atas hasil referendum yang diraih.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: World Bulletin

The post Begini Reaksi Dunia atas Hasil Referendum Turki appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/04/18/begini-reaksi-dunia-atas-hasil-referendum-turki/
via IFTTT
Sebarkan Lewat Google Plus

0 comments:

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close