Apa Cita-cita Menteri Sri Bila Tak Lagi Jadi Menteri?

KONFRONTASI -   Awal pekan ini menjadi hal yang tak biasa bagi ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Bintaro Tangerang Selatan.

Ribuan mahasiswa STAN ramai-ramai berkumpul dan memadati Aula Gedung G STAN, pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan bersiap menyambut kedatangan dosen tamu yang akan memberikan kuliah umum yakni Menteri Keuangan Sri Mulayani Indrawati.

Ani sapaan akrab Sri Mulyani datang tepat pada pukul 08.00 WIB, dan disambut oleh tepukan tangan dan gemuruh teriakan dari para mahasiswa dan mahasiswi yang memadati lokasi tersebut.

Tak lama, Ani langsung naik ke podium utama untuk memberikan materi kuliah umum kepada ribuan mahasiswa STAN. Ani tampak amat bersemangat, raut wajahnya menggambarkan keceriaan, senyum di wajahnya terus terpancar di hadapan ribuan mahasiswa STAN.

Wanita kelahiran Bandar Lampung 54 tahun silam itu memulai kuliah umumnya dengan membawakan materi seputar perkembangan ekonomi terkini.

"Hari ini saya akan membawakan (materi) lima poin utama, pertama, perkembangan ekonomi terkini, pengertian dan filosofi APBN, kebijakan fiskal dan APBN, kemudian APBN 2016 dan APBNP 2017, terakhir reformasi struktural," papar Ani di STAN Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/4/2017).

Setelah kurang lebih 160 menit membawakan materi dalam kuliah umum tersebut, pihak kampus memberikan kesempatan kepada perwakilan mahasiswa untuk bertanya langsung kepada sang menteri keuangan.

Kemudian ada salah seorang mahasiswi yang bertanya kepada Sri Mulyani, terkait masa depan karir Sri Mulyani, jika sudah tak menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Sri Mulyani pun menjawab pertanyaan tersebut, menurut Sri Mulyani dirinya memiliki hati yang besar pada bidang pendidikan, karena bidang pendidikan merupakan investasi paling berharga dalam perjalanan hidup setiap manusia.

"Pada dasarnya hati saya itu ada di bidang pendidikan. Saya merasa, bahwa investasi yang sangat berharga di dunia ini adalah mengenai pendidikan atau membentuk manusia," jawab Sri Mulyani.

Apalagi, lanjut Sri Mulyani, rumah pribadinya sangat dekat lokasinya dengan STAN Bintaro tempat dibimbingnya para calon-calon aparatur negara.

"Kampus ini jaraknya dekat sekali dengan rumah pribadi saya di sini (Bintaro), bukan rumah dinas menteri. Saya pingin nanti ketika pensiun lihat mahasiswa, bersama suami saya, minum kopi enggak minum Starbucks, tapi kopi Indonesia, sama makan pisang goreng, bukan croissant, mungkin juga bisa bawa cucu saya main bola," ungkap Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia pun tak menolak, bila memang dirinya nanti diminta untuk mengajar mahasiswa. "Kalau anda (mahasiswa) ingin saya mengajar, saya akan mengajar. Saya duduk, ngobrol saja dengan anda. Itu membuat hidup kita lebih bahagia," jelasnya.

Sri Mulyani mengungkapkan, dirinya pun tidak akan mau jika ditawarkan mengajar di kampus luar negeri sekalipun.

"Saya enggak kepingin di kampus-kampus negara lain. I dont feel like home, iya kan? Ini rumah kita ini negara kita, ayo belajar dan bangun Indonesia," pungkasnya.

Namun, Ani sapaan akrab Sri Mulyani tak bosan-bosan mengingatkan para mahasiswa STAN agar kelak nantinya mengabdi pada negara dengan baik dan menghindari perbuatan yang merugikan negara.

Menurutnya, menjadi mahasiwa pada STAN menjadi hal yang berharga untuk mengabdi pada negara.

"Kalian lulus sudah ada yang menampung, kalau mahasiswa lain harus menghadapi 1,8 juta calon tenaga kerja, negara berinvestasi untuk mendidik kalian, dan kalian berhutang," paparnya.

Dirinya pun berpesan, jika telah menjabat pada lembaga negara, hindari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme. "Bangun dan urusi Indonesia ini, ingat urusi bukan mengkuruskan negaramu," tegasnya.

 
Usai kuliah umum tersebut, Sri Mulyani pun menjadi magnet bagi mahasiswa, semua mahasiswa bersiap dengan smartphone untuk mengabadikan momen langka bersama menteri keuangan.

Dengan senyuman Sri Mulyani pun meladeni keinginan mahasiswa untuk berfoto bersama, kucuran keringat yang membasahi wajahnya pun tak menjadi halangan.(Juft/Tribun)

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/apa-cita-cita-menteri-sri-bila-tak-lagi-jadi-menteri
via IFTTT